SATELITNEWS.COM, CILEGON – Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan,bahwa untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik, sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada tanggal 27 sampai 30 Maret 2025. Kemudian di tahun ini juga tidak ada layanan dermaga eksekutif.
“Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, sistem ganjil-genap akan diberlakukan pada 27-30 Maret 2025. Kendaraan yang tidak sesuai aturan ini akan dialihkan ke jalur arteri. Selain itu, delay system akan diterapkan di KM 43 dan KM 68 guna mengatur arus kendaraan dan mencegah penumpukan di jalur tol menuju Pelabuhan Merak,” kata Kapolda Banten dalam keterangan tertulisnya kepada satelitnews.com, Senin (24/3/2025).
Kapolda Banten juga mengungkapkan bahwa tahun ini tidak ada layanan dermaga eksekutif, dan seluruh tiket penyeberangan berlaku sama tanpa adanya tiket eksekutif.
“Tahun ini, tidak ada layanan dermaga eksekutif. Seluruh tiket penyeberangan berlaku sama, tanpa tiket eksekutif. Meskipun sebelumnya terjadi insiden di Dermaga 6, layanan penyeberangan tetap berjalan normal. Kami upayakan dalam 1-2 hari ke depan, seluruh kendaraan dapat terlayani melalui jalur depan,” ungkap Kapolda Banten. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto menjelaskan, bahwa telah ditetapkan skema pembagian arus kendaraan untuk memperlancar lalu lintas di pelabuhan. Pernyataan itu disampaikan saat meninjau Pos Pengamanan dan Pelabuhan ASDP Merak, untuk memastikan kesiapan pengamanan, serta kelancaran arus mudik pada Senin (24/3/2025).
“Kami telah menetapkan skema pembagian arus kendaraan untuk mengoptimalkan kelancaran lalu lintas di pelabuhan, ASDP Merak akan digunakan untuk kendaraan roda empat seperti mobil pribadi, pickup, bus kecil maupun besar, serta truk tangki sedang. Sementara itu, Pelindo 2 Ciwandan akan melayani truk Golongan VI.B/VII dan sepeda motor. Adapun BBJ Bojonegara akan diperuntukkan bagi truk Golongan VIII, truk pengangkut sembako, serta truk Golongan IX,” jelas Kapolda Banten dalam keterangan tertulis kepada satelitnews.com.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
Selain itu, fasilitas pendukung juga telah disiapkan, seperti toilet portabel di pelabuhan, rest area, dan buffer zone. Pemerintah juga menghadirkan UMKM statis maupun mobile untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman para pemudik.
Berikut tips mudik aman dan nyaman. Pertama, menyiapkan pengemudi yang dalam kondisi prima dan berkeselamatan. Kedua, memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Ketiga, mempersiapkan rute alternatif untuk menghindari kepadatan. Keempat, membawa perlengkapan darurat seperti makanan, minuman, dan obat-obatan. (rls/aditya)





















