SATELITNEWS.COM, SERANG – Kinerja keuangan Bank Banten sepanjang tahun 2024, diklaim mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari beberapa indikator keuangan dan operasioanal, yang semakin baik dan menunjukkan peningkatan.
Seperti tumbuhnya laba bersih, penyaluran kredit, naiknya Dana Pihak Ketiga (DPK) dan membaiknya kualitas pembiayaan. Kinerja keuangan yang meningkat itu merupakan dampak dari implementasi strategi bisnis yang terstruktur dan fokus oleh direksi yang dibawah pengawasan dewan komisaris secara berkelanjutan.
Direktur Utama (Dirut) Bank Banten, Muhammad Busthami saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Banten, yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (10/4/2025) mengatakan, berdasarkan laporan keuangan audited, posisi pertanggal 31 Desember 2024, Bank Banten mencatatkan laba bersih sebesar Rp39,33 Miliar atau meningkat 47 persen lebih besar dari laba bersih yang dihasilkan tahun 2023 sebesar Rp26,59 Miliar.
“Pencapaian laba bersih dua tahun berturut-turut itu, menunjukkan hasil kerja keras, dan pantang menyerah seluruh pihak untuk terus tumbuh dan menghasilkan laba,” ujarnya.
Indikator lainnya, dari sisi aset bank juga terjadi peningkatan. Pada tahun 2024, aset Bank Banten terjadi peningkatan menjadi Rp7,55 Triliun atau meningkat sekitar Rp750 Miliar dari tahun sebelumnya. Lalu penyaluran kredit juga terjadi peningkatan dari Rp3,7 Triliun menjadi Rp3,85 Triliun di akhir tahun 2024.
“DPK juga meningkat, dimana pada tahun 2024 sebesar Rp4,85 triliun atau tumbuh Rp1,11 triliun dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Dikatakan Busthami, RUPS ini meruapkan bentuk pertanggungjawaban dari pegurus Bank banten kepada pemilik dan pemegang saham terkait dengan kinerja dan operasioanal Bank Banten.
Ada beberapa pokok pembahasan di dalamnya, salah satunya persetujuan penambahan modal dan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu melalui PUT ke-8 terkait rencana penyertaan modal dalam bentuk aset atan inbreng dari Pemprov Banten selaku PSP.
“Termasuk juga perubahan AD/ART untuk pergantian jajaran komisaris,” pungkasnya.
Di luar itu, ada lima pokok pembahasan yang akan dilakukan, pertama persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan keuangan Perseroda dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun 2024.
Penetapan penggunaan laba bersih 2024, penunjukan akuntan public yang akan mengaudit keuangan perseroda yang berakhir pada Desember 2025.
Selanjutnya, penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) ke-6 dan ke-7 dari Perseroda.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
“Terakhir adalah persetujuan perubahan pengurus Perseroda,” tandasnya.
Gubernur Banten Andra Soni meyakini,, Bank Banten kedepan akan semakin kuat dan setara dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) maju lainnya. Hal itu terlihat, dari kinerja keuangan dan operasioanal Bank Banten yang setiap tahunnya terus mengalami pertumbuhan positif.
Apalagi kedepan, dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang ada di Provinsi Banten akan semakin memperkuat eksistensi Bank Banten.
Menurut Andra, Bank Banten dengan kebesaran nama dan sejarahnya wajib kita semua perjuangkan agar semakin kuat. Sehingga kita bisa mandiri dalam pengelolaan keuangan, dan itu akan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Potensi kita cukup besar, dan itu harus bisa kita kelola sendiri,” kata Andra.
Pada kesempatan itu, Andra Soni juga mengapresiasi atas kehadiran Walikota Serang Budi Rustandi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah yang keduanya sudah mempercayakan kepada Bank Banten dalam penempatan Rekening Kas Umum daerah (RKUD)-nya.
Insya Allah Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga akan menyusul. Support-nya sudah kelihatan dengan kehadiran Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa Suhardja.
“Alhamdulillah kehadiran stackholder itu memberikan support moral untuk kita semua bersama-sama membesarkan Bank Banten. Tentu, semua ini akan ditindaklanjuti oleh jajaran direksi Bank Banten,” ujarnya.
Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, karena baru beberapa bulan menjabat, dirinya terlebih dahulu akan mempelajari bagaimana aturan terkait dengan pengelolaan RKUD, sambil belajar dari beberapa Pemda yang sudah terlebih dahulu menempatkan RKUD-nya di Bank Banten.
“Kita utamanya menghadiri undangan dulu, tapi tadi juga ada atensi dari pak Gubernur. Kita akan pelajari dulu,” imbuhnya. (luthfi)
























