SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Kawanan maling beraksi dengan membobol ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha (TU) SDN Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Barang-barang inventaris milik sekolah senilai Rp30 juta raib dibawa kabur oleh pencuri tersebut.
Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Didin Siabudin membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menyampaikan bahwa aksi pencurian terjadi pada Rabu (30/4/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
“Kami dari dinas kurang lebih jam setengah 8 dilapori oleh kepala sekolah bahwa terjadi pencurian di SDN Bakti Jaya. Pada tadi pagi menurut informasi dilakukan oleh pencuri kurang lebih jam 3 malam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (1/5/2025).
Didin mengatakan pihaknya pun langsung melakukan pendaratan dari dua ruangan yang dibobol oleh pelaku. Kata dia, kedua ruangan itu kondisinya sangat berantakan dan seluruh loker dan lemari penyimpanan dibuka secara paksa.
“Kami kemudian mendata apa saja yang hilang di sekolah. Yang kehilangan tadi termasuk ada uang guru Rp 500 ribu yang dicuri. Pencurian ini diantaranya notebook sekolah dan laptop guru di situ ada data guru untuk mengajar siswa,” katanya.
“Selain laptop ada soundsystem sekolah dan beberapa aset sekolah lainnya termasuk kamera ini yang sudah didata untuk dilaporkan ke pihak berwajib,” sambungnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Kata Didin, pihaknya masih melakukan pendataan barang apa saja yang hilang dicuri. Namun, untuk sementara ini nilai kerugian diperkirakan sudah mencapai Rp30 juta.
“Kerugian sedang kami data dan akan kami hitung berapa laptop, proyektor, soundsystem. Saya kira kalau dari yang dicuri sekitar Rp 30 juta an,” beber Didin.
Didin melanjutkan, aksi pencuri tergolong nekat, pasalnya dari rekaman kamera pengintai cctv, para pelaku tidak mengenakan penutup wajah apapun. Padahal, cctv banyak terpasang di area sekolah.
“Pelaku terekam cctv saya berharap bisa ditemukan sekitar ada 4 orang ini. Mudah-mudahan dari rekaman cctv itu bisa ditemukan. Pelaku masuk dari pagar sekolah naik lalu mencongkel ruang tu dan ruang kepala sekolah. Padahal ini sudah kita teralis juga. Mereka bawa peralatan berat semacam linggis. Mereka mengobrak-abrik ruang TU dan Kepala sekolah,” paparnya.
Didin menambahkan, kasus tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Diharapkan para pelaku segera ditangkap. Untuk sekolah lainnya, diimbau agar meningkatkan keamanan apalagi saat ini menjelang ujian sekolah yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses belajar.
“Dari sisi keamanan sebenarnya teralis sudah terpasang semua. Mudah-mudahan laptop yang diambil bisa diganti Dinas Pendidikan. Saya imbau juga untuk sekolah lain takut merembet untuk melakukan pengetatan keamanan. Apalagi ini menjelang ujian sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: Aturan Baru MBG, Bos SPPG Wajib Standby Jam 02.00
Dari rekaman kamera cctv, nampak para pelaku dengan tenang melancarkan aksinya. Dari durasi waktu, mereka menggeledah ruang sekolah lebih dari satu jam. Cara mereka masuk ke dalam area sekolah dengan cara memanjat tembok sekolah bagian sisi kanan gedung. (eko)


















