SATELITNEWS.COM, SERANG – Buruh di Kabupaten Serang, khawatir terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait tarif impor yang berdampak terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Karena sejak adanya kebijakan tersebut, ada penurunan order pada perusahaan – perusahaan yang bermitra dengan Amerika Serikat.
“Kami khawatir, saat kebijakan Trump terus bergulir di negara kita, dampak PHK ini akan menggerus teman – teman buruh yang ada di pabrik,” ujar Sekjen ASPSB Kabupaten Serang, Arizal, Jumat (2/5/2025).
Diakui Rizal, jika dibanding dengan sebelum adanya kebijakan Donald Trump, order barang mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebanyak 50 persen.
“Jadi ini menjadi ancaman bagi teman – teman para buruh, yang masih bekerja di pabrik,” tuturnya.
Rizal mengungkapkan, perusahaan -perusahaan industri yang terancam melakukan PHK masal tersebut, antara lain perusahaan sektor padat karya seperti tekstil, kulit dan kayu.
Terkait dengan upaya yang dilakukan oleh buruh, agar gelombang PHK tersebut dapat diantisipasi, Rizal berharap, Pemerintah dapat membentuk Satgas PHK. (sidik)
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
























