SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Untuk mengatasi tumpukan sampah yang selama ini kerap terjadi, Pemkab Pandeglang telah mengajukan permohonan bantuan reklamasi pantai Teluk, Desa Teluk, Kecamatan Labuan.
Seperti yang sudah dituliskan pada pemberitaan sebelumnya, keterbatasan anggaran dan kewenangan menjadi alasan klasik untuk melempar bola panas, terkait tumpukan sampah di kawasan Teluk, Kecamatan Labuan.
Tidak ada salahnya juga demikian, karena memang kewenangan penanganan sampah laut ada di Pemprov Banten, terlebih saat ini Pemkab Pandeglang mengalami defisit anggaran. Namun perlu diingat, tumpukan sampah itu salah satunya berasal dari rumah tangga atau masyarakat setempat.
Posisi masyarakat, seoalah dikambinghitamkan atas persoalan itu. Karena, pemerintah kerap menyalahkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Pernyataan itu tidak juga sepenuhnya salah, karena memang pada kenyataannya demikian.
Namun, bukan berarti alasan tersebut bisa dijadikan tameng untuk menjaga diri. Jika ditarik benang merahnya, sampah itu berasal dari masyarakat bukan lahir dari laut. Artinya, ada kewenangan Pemkab Pandeglang yang tidak berjalan baik, yaitu memberikan pemahaman dan menyediakan fasilitas pelayanan terkait kebersihan dan sampah.
Jika ingin bekerja secara profesional, tentunya masing-masing pihak memiliki peran dan tugasnya sendiri tetapi terangkum dalam satu harmoni, alias tidak berjalan masing-masing melainkan saling melengkapi.
Baca Juga: Erupsi GAK Terus Meningkat, Sekolah di Pandeglang Berlakukan BDR
Kesadaran ini yang sulit diterapkan di instansi pemerintahan dan kalangan elit politik, dalam menyikapi dan menyelesaikan persoalan.
Usulan reklamasi ini, tentunya bisa menjadi angin segar atau utopia menurut bangsa Yunani. Bukan pesimis, bukan pula hal tabu, jika proyek pembangunan yang katanya berdasarkan pembahasan panjang dan penelitian ilmiah, kadang kurang tepat. Tetapi, untuk saat ini, masyarakat boleh menaruh pengharapan bahwa reklamasi bisa menjadi penyelesaian persoalan sampah.
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Iing Andri Supriadi mengaku, sudah menginstruksikan dinas terkait untuk mengangkut tumpukan sampah di kawasan Teluk, Kecamatan Labuan, sebagai penanganan sementara agar lokasi tersebut tidak kumuh.
“Saya sudah instruksikan, agar sampahnya diangkut,” kata Iing, Selasa (20/5/2025).
Iing menyampaikan, Pemkab Pandeglang sudah mengajukan dan mengusulkan bantuan reklamasi pantai, atau pembangunan dermaga untuk sandar kapal. Usulan tersebut diyakini bisa mengatasi persoalan sampah, yang selama ini menjadi perhatian banyak kalangan.
Usulan reklamasi itu, disampaikan secara langsung kepada Gubernur Banten Andra Soni dan direspons positif. Sambil menunggu realisasinya, untuk sementara sampah yang ada di kawasan Teluk akan terus diangkut.
Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata
“Kita usulkan, agar bisa dibangun dermaga kapal atau reklamasi,” tandasnya.
Menurut Iing, tumpukan sampah tersebut disebabkan berbagai hal, salah satu diantaranya karena kesadaran masyarakat menjaga kebersihan masih rendah dan kerap membuang sampah dialiran sungai atau ditepi pantai.
“Kan masyarakat juga suka buang sampah sembarangan. Tetapi sudahlah, sekarang kita fokus menyelesaikan persoalan tumpukan sampah ini, karena hal ini menjadi perhatian khusus kita kedepannya,” tambahnya.
Nuryanti, warga Teluk, Kecamatan Labuan, merasa keberatan dengan pernyataan Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang yang terkesan menyalahkan masyarakat, sebagai penyebab tumpukan sampah tersebut.
Padahal, kata dia, jika dikaji secara komperhensif dan menyeluruh, Pemkab Pandeglang juga menjadi salah satu penyebab persoalan itu.
“Jangan juga selalu menyalahkan masyarakat, bukan kita tidak mau disalahkan. Memang ada yang buang sampah sembarangan, tetapi ada alasan kenapa masyarakat melakukan hal itu, karena tidak lengkapnya sarana kebersihan,” kilahnya.
“Artinya, ada kelalaian dari Pemkab juga. Sebaiknya jangan saling menyalahkan, alangkah baiknya jika masyarakat dan pemerintah bersatu dan menyamakan persepsi, mengatasi persoalan sampah,” imbuhnya. (adib)
























