SATELITNEWS.COM, SERANG – Lima tahun tinggal di Hunian Sementara (Huntara) bukanlah waktu yang singkat bagi ratusan warga korban banjir bandang di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak.
Kehidupan penuh keterbatasan mereka kini menggantungkan harapan besar pada kunjungan Gubernur Banten Andra Soni dan jajaran Forkopimda yang meninjau langsung lokasi Huntara. Saat rombongan tiba, warga menyampaikan satu permintaan utama yakni rumah layak huni.
“Dari sekian banyak keluhan dan keterbatasan yang kami alami, kami hanya punya satu permintaan kepada Bapak Gubernur Banten: rumah,” ujar Rahmat, warga Huntara Empat, mewakili suara ratusan pengungsi lainnya.
Menurut Rahmat, kehidupan di Huntara selama lima tahun terakhir sangat memprihatinkan. Mereka hidup dalam kondisi serba terbatas. Saat hujan, mereka basah. Saat terik, mereka kepanasan. Akses terhadap pelayanan publik pun jauh, dan jalan menuju permukiman rusak parah.
“Sebelum hal lain dipenuhi, kami mohon Pemprov Banten bisa merealisasikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) lebih dulu,” tegasnya.
Rahmat menambahkan, setelah kebutuhan dasar berupa tempat tinggal terpenuhi, barulah warga berharap pada pemenuhan akses jalan dan fasilitas lainnya. Pasalnya, saat musim hujan tiba, jalan rusak menjadi kendala besar.
Baca Juga: Bangun Jalan 18 Kilometer, Karya Bakti TNI Hubungkan Enam Desa di Pandeglang
“Kalau hujan, akses jalan di sini tidak bisa dilewati. Kalau pun memaksakan, kami harus muter sangat jauh,” keluhnya.
Kendati demikian, Rahmat mengapresiasi kunjungan Gubernur Banten ke Huntara mereka. Warga berharap kedatangan tersebut menjadi awal dari solusi nyata, bukan sekadar kunjungan simbolis.
“Kami ucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Gubernur. Mudah-mudahan setelah ini ada bantuan nyata, bukan hanya janji. Kami sudah capek tinggal di sini, Pak,” ungkapnya dengan nada haru. (luthfi)





















