SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat ada sekitar 1.501 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di 16 titik, pada Kamis (29/5/2025) malam. Banjir disebabkan curah hujan tinggi disertai meluapnya saluran drainase di sejumlah titik.
“Jadi karena hujannya merata, dan intensitasnya cukup lama pengaruh utamanya karena faktor hujan, yang kedua ada beberapa lokasi yang memang saluran drainase ada sedikit penyempitan,” ujar Danton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiriyawan saat dikonfirmasi, Jumat (30/5/2025).
Dian menyampaikan, air mulai naik hingga ke permukiman warga sekitar pukul 19.30 WIB. Kata dia, hingga pukul 23.47 WIB, terdapat 16 lokasi terdampak banjir dan genangan dengan ketinggian muka air (TMA) bervariasi antara 20 cm hingga 120 cm.
Dian merinci lokasi banjir dan genangan diantaranya terjadi di Gang Salam Kelurahan Serpong, Perumahan CPS 2 Kelurahan Muncul, Perumahan BPI Blok A dan F RW 04 dan 13 Kelurahan Pamulang Timur, Perumahan Roswood RT 04 RW 09 Kelurahan Serua Indah, Pamulang Asri 2 RW 09 Kelurahan Serua Indah.
Titik selanjutnya berada di Lembah Pinus RW 24, Kelurahan Pamulang Barat, Jalan Musyawarah Al-Barkah RT 04 RW 03 Kelurahan Bauaran, Puskesmas Rawa Buntu, Rumah Sakit Permata Pamulang, Pamulang Permai Blok N RW 06, Perumahan Serpong Lagoon Keranggan.
Lalu banjir juga merendam kawasan Puri Bintaro Indah RW 12 Kelurahan Jombang, Graha Mas Serpong Utara, Villa Mutiara Serpong Utara, Perumahan Pondok Maharta RW 09 dan 10, Kelurahan Pondok Kacang Timur, dan Jalan Setia Budi Kampung Bulak Kelurahan Pondok Kacang.
Dirinya menambah, sejumlah warga yang terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah saudaranya berada tidak jauh dari rumah mereka yang terendam. Petugas BPBD Tangsel menggunakan perahu karet berkeliling untuk mengevakuasi para warga.
Dian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area yang masih tergenang air demi keselamatan bersama. Tim BPBD dan Satgas Penanggulangan Bencana Tangerang Selatan terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan di lokasi terdampak. (eko)