SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Albertus Dony Aryawan (52), korban tertemper kereta rel listrik (KRL) Commuter Line KA 1701 jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang di kawasan Serpong, pada Jumat (13/6/2025) masih dirawat di RSU Tangsel Selatan (Tangsel). Namun, kondisi pasien sangat kritis dan sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel, Lanna Marita saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa pasien saat ini masih dirawat di ruang rawat inap rumah sakit.
“Yang bersangkutan masih ada di ruangan rawat inap. Memang kondisinya pasien itu sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Sudah variatif semua upaya yang kami lakukan, saat ini hanya menunggu kuasa Allah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/6).
Ketika ditanya apakah pasien masih menerima penanganan medis, Lanna menegaskan bahwa pasien sudah dipasang Do Not Resuscitate (DNR) atau larangan untuk dilakukan tindakan resusitasi. “Sudah pasang DNR, dan keluarga juga sudah paham kondisi ini,” sebutnya.
Terkait penanganan medis pasca kecelakaan, Lanna belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. Namun, ia memastikan bahwa pemeriksaan CT scan telah dilakukan untuk mengetahui kondisi luka-luka yang dialami korban.
“Yang jelas kemarin sudah dilakukan pemeriksaan CT Scan untuk hasilnya ada di status klinisnya,” ucapnya seraya menyatakan bahwa pasien saat ini menggunakan alat bantu pernapasan atau oksigen dan masih terpasang infus.
Baca Juga: Ibu Hamil Melahirkan di Dalam KRL, Dibantu Petugas Stasiun Rawabuntu
Sementara, Kapolsek Serpong Komisaris Polisi Suhardono memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian dan kondisi korban saat ini. Sejak awal penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), lanjut dia, pihak keluarga tidak bersikap kooperatif kepada petugas.
“Dia tidak mau melapor, orangnya masih kritis di rumah sakit. Sebenarnya kalau kronologi dari saksi mata itu sudah jalan di pinggir jalan rel, kereta juga ada klaksonnya tidak mau minggir, itu diduga mau bunuh diri karena memang sudah ada penyakit yang kritis,” ujar Suhardono, Senin (16/6).
Update informasi ini sekaligus merupakan klarifikasi dari berita yang sempat diterbitkan satelitnews.com berjudul “Pria Tertemper KRL di Serpong Akhirnya Meninggal Dunia” yang terbit pada Minggu (15/6/2025). Dalam berita tersebut, Kapolsek Serpong Komisaris Polisi Suhardono menyatakan Albertus Dony Aryawan telah meninggal dunia.
“Info dari Babhin Kamtibmas bahwa (korban) meninggal dunia,” ujar Kapolsek Serpong, Komisaris Polisi Suhardono saat dikonfirmasi, Minggu (15/6/2025) lalu. (eko)


















