SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim telah melakukan sosialisasi secara masif terkait rencana penerapan sistem satu arah (SSA) di Jalan H Usman, Kecamatan Ciputat. Kebijakan ini dirancang sebagai upaya mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada pagi hari.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai memasang sejumlah media informasi di lokasi. Pemasangan mulai dari spanduk, papan pemberitahuan, hingga banner terpasang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perubahan arus lalu lintas.
“Insya Allah jadi ya sesuai dengan jadwal, untuk pemberian informasi kepada masyarakat juga spanduk-spanduk sudah terpasang di titik tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (30/6).
Tak hanya melalui media visual, Dishub Tangsel juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dan pengguna jalan. Menurut Martha, upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama unsur kewilayahan seperti kelurahan, RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.
“Untuk sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan di lapangan kita dibantu oleh kawan-kawan kewilayahan,” katanya.
Saat ditanya terkait tantangan atau kendala yang dihadapi selama proses sosialisasi berlangsung, Martha mengungkapkan bahwa sejauh ini situasinya masih terkendali dan tidak ada penolakan dari masyarakat. Uji coba ini akan digelar pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB.
“Alhamdullilah sementara sampai saat ini masih aman,” ucapnya.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
SSA di Jalan H Usman rencananya akan diterapkan pada 2 Juli 2025 mendatang. Penerapan sistem satu arah di jalan-jalan strategis merupakan bagian dari strategi Dishub Tangsel untuk menekan angka kemacetan, memperlancar arus kendaraan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Penerapan SSA akan dimulai dari perbatasan Jalan Aria Putra, tepatnya di terowongan pasar Ciputat hingga simpang mengarah Jalan Dewi Sartika.
Sementara, Idris Firmansyah (33) salah satu pengendara yang melintasi setuju apabila rekayasa lalu itu diterapkan nantinya. Apalagi, lanjut dia, lokasi tersebut kerap terjadi kemacetan dengan jalan yang kecil dan diperparah banyak kendaraan sepeda motor yang parkir dipinggir jalan.
“Setuju saja kalau mau diterapkan satu arah di jalan ini . Semoga aja bisa terealisasi baik di lapangan bukan hanya bagus skemanya diatas kertas. Jam sibuk pagi sama sore pasti sudah jadi langganan macet di sini,” pungkasnya. (eko)


















