SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengklaim angka stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Tim Gerakan Atasi Kemiskinan Ekstrem dan Cegah Stunting (Gebrak Tegas), Jumat (4/7), di Pendopo Bupati Tangerang.
“Hari ini kita membahas upaya percepatan penurunan stunting dan mengevaluasi hasil dari langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemberian bantuan kepada balita dan ibu hamil, hingga peran aktif seluruh OPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujar Bupati Tangerang kepada Satelit News.
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menyatakan, penurunan angka stunting merupakan hasil dari komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program prioritas pembangunan di bidang kesehatan, yakni TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat). Komitmen ini sudah berjalan sejak 2020, ditandai dengan pembentukan TPPS dan dilanjutkan dengan pembentukan Tim Gebrak Tegas.
“Alhamdulillah, upaya yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif. Saat ini jumlah balita stunting murni menurun dari 5.772 pada tahun 2024 menjadi 5.586 di tahun 2025,” tandasnya.
Menurutnya, pendekatan yang terkoordinasi, terpadu, dan berkelanjutan, dengan menyasar kelompok sasaran prioritas, menjadi pilar utama percepatan penurunan stunting. Tujuannya adalah memastikan kelompok sasaran menerima seluruh intervensi yang dibutuhkan dan menghindari tumpang tindih program.
“Bergandengan tangan dalam upaya pencegahan stunting bukan sekadar slogan, tetapi prinsip esensial untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Baca Juga: Penanganan Banjir Pondok Aren Digarap, Turap dan Pompa Dipasang di Tiga Lokasi
Maesyal juga meminta Dinas Kesehatan dan DPPKB agar lebih fokus dan masif dalam menjalankan tugas. Ia menekankan agar Posyandu, Puskesmas, dan RSUD sebagai lini terdepan dapat lebih maksimal dalam upaya penurunan stunting.
“Saya berharap pada Desember 2025 nanti kita dapat melihat penurunan angka stunting yang signifikan. Mudah-mudahan dari sisi pencegahan pun hasilnya makin baik,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis menambahkan bahwa jumlah balita stunting, underweight, dan wasting pada tahun 2025 juga menunjukkan tren penurunan. Data tersebut diperoleh dari hasil kegiatan Gerebek Posyandu.
“Jumlah total balita dengan masalah gizi tahun 2025 tercatat sebanyak 34.865 dari 207.200 balita yang diperiksa. Balita stunting murni turun dari 5.772 pada 2024 menjadi 5.586 di tahun 2025. Balita underweight murni menurun dari 3.387 menjadi 3.349, dan balita wasting murni turun dari 3.836 menjadi 3.447,” jelasnya. (alfian/aditya)




















