SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Banjir yang terjadi di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini telah memasuki hari kedua.
Banjir yang terjadi sejak Senin (7/7) malam berdampak bagi ribuan kepala keluarga.
Saat ini ketinggian air di perumahan tersebur masih setinggi pinggang orang dewasa.
Pantauan di lokasi, pada Selasa (8/7/2024) sekitar pukul 11.58 WIB, air masih merendam ratusan rumah dengan masing-masing ketinggian bervariasi. Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat tidak dapat berjalan normal.
Perahu karet yang disiagakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, nampak lalu lalang mengantarkan warga untuk beraktivitas ataupun sekedar menengok rumah yang terendam maupun sebaliknya.
“Mulai banjir jam 7 malam, ini sebenernya paling parah dibandingkan banjir sebelumnya, ini paling parah sampai tiga RW terkena imbasnya,” ujar Ketua RT 01 Dedi Hasan saat ditemui di lokasi, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Dedi menjelaskan, warga yang berdampak sementara mengevakuasi ke rumah saudara maupun ke masjid terdekat. Setidaknya, kata dia, tiga RW terdampak akibat banjir yang rutin terjadi itu.
“Total ada tiga RW, Maharta kira kira ada 2 ribu kepala keluarga yang terdampak paling parah itu memang dilingkungan RW 9 dan 10 karena mereka sampai masuk rumah. Warga sementara bertahan paling kalaupun mengungsi di masjid sekitar, di Maharta ada tiga masjid. Warga kalau sudah terdampak biasanya ke masjid,” katanya.
Menurut Dedi, solusi penyelesaian banjir harus ada koordinasi antar pemerintah daerah mulai dari hulu sampai ke hilir. Pasalnya, kata dia, banjir di Maharta bukan hanya disebabkan air hujan.
“Jadi sebenarnya solusi banjir Maharta itu harus ada kerjasama lintas daerah karena ini hulu ke hilirnya. Ini sebenarnya aliran air yang masuk ke Maharta banyak dari berbagai sudut, larinya ke Maharta semua, jadi debit air yang besar ini bukan hasil curah hujan di Maharta,” paparnya.
“Solusinya harus ada lintas kolaborasi antara yang punya perumahan Wali Kota Tangerang, Tangsel, tentu Gubernur harus ikut memberikan solusi. Karena kalau misalnya cuma Maharta saja pasti selamanya begini tidak ada solusi,” lanjutnya. (eko)
























