SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga Kampung Sarageni, Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang rusak parah. Anggaran yang dipergunakan bukanlah dari pemerintah, melainkan hasil swadaya atau patungan.
Perbaikan jembatan yang mereka lakukan itu merupakan inisiatif warga lantaran selama tiga tahun terakhir jembatan yang menjadi akses utama tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan. Terlebih, jembatan yang membentang di aliran sungai Ciujung tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga sehari-harinya baik ke sekolah maupun membawa hasil panen bumi.
Oleh warga, jembatan yang sudah berkarat dan sebagian material putus serta penopang diganti. Mulai dari tali sling penyangga jembatan dan besi-besi bantalan yang sudah berkarat dan rapuh dengan cara dilas. Sementara warga lainnya terlihat memotong kayu untuk dijadikan bantalan jembatan yang nyaris seluruhnya berlubang.
Salah seorang warga Mahdun (36), mengatakan, kondisi kerusakan jembatan sudah berlangsung hampir tiga tahun yang lalu dan tak kunjung mendapatkan perhatian perbaikan dari pemerintah, meskipun sudah beberapa kali diusulkan namun hingga saat ini belum terealisasi. “Ini warga lagi kerja bakti, ngebenerin jembatan dari hasil swadaya masyarakat, soalnya jembatan ini akses alternatif utama bagi kami,” kata Mahdun, Kamis (10/7/2025).
“Memang sih ada di sana satu lagi tapi kan jauh, nah kalau yang ini lebih dekat buat untuk aktivitas warga, seperti anak sekolah, yang ke sawah, ke kebun juga, jadi mereka kebanyakan lewat sini,” sambung Mahdun ketika disinggung mengapa tidka lewat jembatan lain.
Mahdun menjelaskan, jembatan gantung ini merupakan akses vital bagi warga, mengingat setiap hari banyak warga yang berlalu lalang melintasi jembatan tersebut. Namun saat ini jembatan gantung itu kondisinya rusak parah. Bahkan, akibat kondisi itu ada salah satu warga dilaporkan terjatuh hingga meninggal dunia.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga Material, Target Program Bang Andra Menyusut 20 Persen
“Kalau bukan inisiatif warga mau siapa lagi yang ngebetulin ini jembatan. Karena kondisinya sudah parah, bahkan dahulu juga pernah makan korban, warga ada yang jatuh sampai meninggal,” ujarnya.
Ia juga menyebut, meskipun kerusakan jembatan itu sudah berlangsung lama tetapi masih difungsikan sebagai jembatan alternatif untuk menuju sejumlah kampung. “Ini kerusakannya sudah tiha tahun belum pernah diperbaiki, meskipun jembatan ini rusak tapi masih difungsikan sama warga, tapi pas waktu banjir kemarin baru tuh enggak bisa difungsikan lagi karena rusaknya sudah fatal,” ungkapnya.
Kendati begitu, ia mengaku pemerintah desa atau pun daerah belum pernah melakukan peninjauan ke lokasi rusaknya jembatan gantung selama tiga tahun tersebut. “Dari pemerintah enggak ada yang ke sini. Tapi mereka sebenarnya tahu kalau jembatan ini rusak,”pungkasnya. Hingga berita ini diterbitkan, Satelit News masih melakukan upaya konfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, perihal kerusakan pada jembatan tersebut. (mulyana)
























