SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Tangerang memasuki hari keempat pada Kamis (17/7/2025). Di SMP Negeri 28 Kota Tangerang kegiatan ini diisi oleh siswa dengan Deklarasikan Gerakan Anti Perundungan atau Bullying.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 28 Kota Tangerang Amsarudin Ruslani mengatakan, bila pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan MPLS hanya berlangsung 3 hari saja, maka pada tahun ini berjalan 5 hari. “Pada dasarnya kegiatannya sama, seperti pengenalan sekolah, guru dan lain-lainnya. Yang jelas sudah berjalan lancar,” ujar Amsar.
Dijelaskannya, seluruh siswa baru termasuk siswa inklusi mengikuti kegiatan ini. Untuk itu dirinya berharap agar kegiatan itu dapat berjalan lancar. “Kita juga mendeklarasikan anti perundungan atau bullying itu sudah dilaksanakan pada hari pertama MPLS lalu kita pasang spanduk besar dan itu memang menjadi komitmen bersama-sama,” terangnya.
Selain itu, pihaknya menggandeng TNI/Polri untuk memberikan penyuluhan dan pembinaan kepada siswa, khususnya untuk mencegah terjadinya tawuran. “Untuk hari ini dari pihak Babhinsa atau TNI, kalau besok itu Polri, jadi jangan sampai siswa kebablasan atau salah pergualan anaknya, intinya saling mengingatkan,” jelasnya.
Untuk diketahui, jumlah siswa baru di SMPN 28 Kota Tangerang adalah sebanyak 288 orang di mana sekolah yang beralamat di Jalan Raden Fatah Ciledug Pasar Lembang ini memiliki 8 rombel (rombongan belajar).

“Untuk satu rombel itu diisi 36 siswa siswa, mereka ini dari beberapa jalur termasuk inklusi dan yang terakhir pada tahap II. Jadi kuotanya terpenuhi semua karena wilayah timur ini daerah padat penduduk dengan animo masyarakat sangat tinggi meski ada sekolah gratis,” jelasnya. Ada pun kelas inklusi diisi oleh 7 orang.
Baca Juga: Masuk SMP di Lebak Wajib Lampirkan Ijazah Diniyah
Amsar lebih jauh menegaskan, animo calon siswa di SMP Negeri 28 sangat tinggi sejak dibukanya tahap pertama. Total hampir 2.000 orang yang mendaftar di sekolah itu. “Makanya pesan kita kepada siswa baru adalah kalian merupakan siswa-siswa yang hebat dan beruntung karena mampu bersaing dengan ribuan calon siswa, untuk itu patut disyukuri dan belajarlah dengan sungguh-sungguh,” ujarnya. Untuk belajar, rencananya siswa akan dimulai pada Senin 21 Juli 2025.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin menegaskan, MPLS sebagaimana namanya bertujuan untuk pengenalan lingkungan sekolah, serta penguatan kemandirian, termasuk tanggung jawab. “Bagaimana pembelajaran yang baik dan efektif serta pengenalan guru-guru di sekolah. Termasuk dari pusat yakni Kementerian sampai level bawah yaitu penguatan tentang 7 kebiasaan penting, karena ini mendasar betul,” ujarnya.
Kebiasaan-kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. “Ini saya rasa penting di era teknologi karena, kalau tidak dibiasakan itu bisa loss, apalagi dengan keberadaan teknologi bisa berlebihan, kalau di sekolah mungkin tanggung jawab guru. Tapi sisanya kan di rumah, banyak main HP, tidur. Makanya lewat kebiasaan MPLS ini nanti diingatkan oleh guru-guru di sekolah untuk pembiasaan-pembiasaan yang positif untuk anak-anak kita,” jelasnya. (made)
























