SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Serapan anggaran organisasi perangkat daerah (ODP) Pemkot Tangerang hingga akhir Semester 1 pada tahun anggaran 2025 masih di bawah target atau rendah. Kondisi ini disebabkan lantaran perangkat daerah tetap terkendala pada persoalan-persoalan klasik yang terus terulang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman mengatakan, realisasi penyerapan anggaran hingga akhir semester pertama mencapai 36 persen, padahal hingga rentang waktu ini, idealnya sudah menyentuh angka 44 persen.
“OPD- OPD yang belum optimal dalam menyerap anggaran masih berkisar pada yang berurusan dengan pembangunan fisik seperti Dinas Perkim dan Dinas PUPR. Biasa itu langganan,” ujarnya ditemui usai membuka kegiatan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Polri di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (22/7/2025).
Herman menyampaikan, Pemkot Tangerang masih terus berupaya mengatasi kendala-kendala tersebut dengan mempercepat proses lelang, serta pelaksanaan kegiatan dan melakukan evaluasi sehingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini mengatakan kondisi ini memang tak berbeda jauh bila dibanding dengan tahun- tahun lalu. “Memang biasanya justru (proyek) berjalan di semester akhir, terutama di triwulan ketiga atau keempat,” jelasnya.
Disinggung apakah tidak ada terobosan yang bisa dilakukan untuk mengakselerasi serapan anggaran, Sekda menekankan bahwa pihaknya terus melakukan segala upaya agar penyerapan optimal. “Bahkan evaluasi untuk pelaksanaan lelang terus kita laksanakan. Namun keterbatasannya memang seperti tahun-tahun lalu juga seperti masa sanggah (lelang) diperpanjang, kemudian gagal lelang sehingga terus kita dorong agar pelaksanaan lelang bisa dipercepat,” jelasnya.
Baca Juga: Kemenkeu Kucurkan Bantuan Bagi 490 Daerah, Ini Respons Pemkot Tangerang
Ketika ditanya apakah masih banyak proyek APBD murni yang belum dilaksanakan mengingat anggaran perubahan sudah “di depan mata”, dia mengatakan bahwa lelang proyek APBD murni sudah berjalan. Terutama untuk proyek-proyek strategis daerah. “Mudah-mudahan Agustus ini sudah berjalan, terutama berkaitan dengan kegiatan besar seperti parkir di RSUD, di Polres dan termasuk IPAL di Perkim sama infrastruktur-infrastruktur lainnya dengan nilai besar,” jelasnya.
Bagaimana dengan event? “Untuk event memang banyak juga dan ini akan berjalan dan mulai Agustus ada namun kebijakan event sendiri kita ubah jadi tidak berdiri sendiri, tapi disatukan sehingga momennya tidak banyak, karena terkait efisiensi anggaran,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalama apel Senin (21/7/2025) pagi kemarin Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk tidak menunda-nunda pelaksanaan kegiatan pembangunan, seiring telah masuknya semester II TA 2025.
Maryono menegaskan, evaluasi kinerja harus segera dilakukan agar pelaksanaan program tidak menumpuk menjelang akhir tahun. “Kita sudah berada di semester dua. Saya minta setiap Perangkat Daerah lakukan percepatan realisasi. Jangan tunggu akhir tahun untuk gerak cepat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Maryono juga menekankan pentingnya menjaga efisiensi anggaran dan efektivitas waktu, terutama pada program prioritas tahun ini.
Ada empat sektor yang menjadi fokus pengawasan utama tahun ini yaitu Penanganan Banjir, Pengurangan Titik Macet, Persampahan, dan Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH). “Empat sektor ini harus jadi prioritas. Tapi bukan berarti program lainnya diabaikan. Semua harus tetap berjalan dan tepat sasaran,” tambahnya.
Baca Juga: Realisasi PAD Lampaui 100 Persen, Maryono Minta Jangan Membebani Masyarakat
Dia juga meminta seluruh ASN menjaga ritme kerja dan sinergi antarsektor agar perencanaan bisa selaras dengan pelaksanaan. “Pembangunan bukan sekadar serapan anggaran, tapi soal dampak langsung ke masyarakat. Fokus kita tetap: pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berdampak,” tutupnya. (made)
























