SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Kekhawatiran warga terhadap persoalan banjir yang terus berulang di wilayah Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kembali mencuat saat Gubernur Banten, Andra Soni melakukan kegiatan susur sungai di Perumahan Fortune, pada Rabu (23/7).
Salah satu warga Kayu Gede 1, RT 01 RW 04, Jimin Smith meluapkan keluhannya di hadapan Andra Soni, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Wali Kota Tangerang Sachrudin sebelum turun menyusuri sungai sepanjang 10,4 kilometer menggunakan perahu karet.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan banjir di wilayahnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum terjadi pembangunan besar-besaran di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
“Saya terdampak banjir dari 2003 sebelum pengembang ini nguruk-nguruk, kemudian semakin kesini berdampak. Yang saya permasalahkan ini solusinya bagaimana dalam kurun berapa bulan ini kok banjir,” ujarnya di lokasi.
Menurut Jimin, banjir yang belakangan ini semakin sering terjadi patut menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama pemerintah kota dan provinsi. Ia menekankan perlunya kajian komprehensif terhadap perubahan aliran air dan kapasitas drainase di wilayahnya.
“Jadi harusnya ada kajian-kajian dari dinas terkait apakah ada debit air yang dari wilayah lain, maka harus sinergi antara lintas kota. Apakah tadinya ada pembuangan yang tadinya tidak kesini, jadi kesini. Banjir ini terjadi beberapa kurun bulan ini, debit air ini luar biasa yang tadinya aman,” jelasnya.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Kata Jimin, kawasan tempat tinggalnya yang dulunya aman dari banjir kini menjadi rawan karena volume air yang datang jauh lebih besar dari biasanya. Kepada Andra Soni, Jimin mengaku keluhannya bukan sekadar spontan, melainkan bentuk aspirasi masyarakat yang selama ini belum terjawab dengan solusi konkret.
Usai warga meluapkan emosinya Andra Soni dan rombongan melakukan susur sungai naik perahu karet dari jembatan Fortune hingga bendungan Polor di Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka hendak melihat langsung kondisi Kali Angke serta mengidentifikasi penyebab banjir.
Diketahui, genangan air ketika banjir di Kayu Gede dan kawasan Cipondoh tinggi muka air mulai kisaran 40 sentimeter hingga 1,6 meter. Ribuan kepala keluarga terdampak secara langsung akibat banjir tersebut. (eko)
























