SATELITNEWS.COM, CILEGON – Sebagai rangkaian acara Memperingati Hari Kelautan Nasional Tahun 2025, sedikitnya 5 rak jaring laba-laba terdiri dari 60 praghmen terumbu karang, di tanam di perairan Pulau Merak Besar, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Senin (28/7/2025).
Sebelumnya, acara dimulai dengan diskusi tentang Pelestarian Terumbu Karang. Dihadiri oleh Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, perwakilan Lanal Banten, Camat Pulo Merak, Lurah Taman Sari, Polsek Pulo Merak, pembina Squad Pulau Merak Besar, Perkumpulan Boedak Saung, serta para pihak terkait lainnya.
Ketua Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK Banten, Nurwarta Wiguna menyatakan, kegiatan ini intinya tanamkan kebaikan sebelum kehancuran tiba.
“Karena, yang menanam terumbu karang sangat jarang. Tapi, setiap hari mungkin puluhan, ratusan bahkan ribuan terumbu karang rusak,” kata Nurwarta, Senin (28/7/2025).
Katanya, program Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang) ini sudah dimulai sejak tahun 2020. Dan sudah dilakukan di sejumlah Pulau di Banten, diantaranya Pulau Liwungan, Pulau Badul, Pulau Tunda dan Pulau Merak Besar.
Camat Pulo Merak, Kota Cilegon, Heru Sanjaya menyatakan, apresiasi dan mendukung program tersebut, dalam rangka pelestarian terumbu karang, menjaga abrasi dan gelombang laut.
“Dengan begitu, ekosistem laut dapat hidup lebih baik, dan berkelanjutan. Ini program jangka panjang,” ujar Camat.
Dalam kesempatannya pula, perwakilan DKP Banten, Anda Abdul Haris mengatakan, banyak hal yang perlu dilakukan, dalam rangka pelestarian laut dan terumbu karang.
“Salah satunya, dengan menanam Terumbu Karang,” tandasnya.
Kerusakan yang terjadi di wilayah perairan laut, tentu harus dibarengi dengan aksi nyata pelestariannya. Dan kerusakan yang terjadi, menjadi pengingat.
“Dan perilaku bijak untuk menjaga Pantai/Laut, ya dengan menanam Terumbu Karang. Perlu Sinergitas dan Kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat,” pungkasnya. (mardiana)