SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Fraksi Golkar, Nur Rojab, mengapresiasi langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam merespons persoalan antara ojek pangkalan (opang) dan transportasi online yang sempat menimbulkan kericuhan di wilayah Kecamatan Solear.
Kericuhan terjadi pada Jumat (25/7) lalu, tepatnya di kawasan Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear. Insiden bermula dari perselisihan antara pengemudi ojek pangkalan dengan taksi online, yang berujung pada dugaan penghadangan dan pemaksaan penurunan penumpang oleh oknum ojek pangkalan. Peristiwa tersebut menjadi viral dan sempat menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kecamatan Solear bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang dan Polresta Tangerang segera mengambil langkah mediasi. Upaya ini membuahkan hasil dengan tercapainya deklarasi damai antara pihak ojek pangkalan, angkot pangkalan, ojek online, dan taksi online.
Deklarasi kesepakatan damai tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Solear pada Rabu (30/7), dan ditandatangani oleh perwakilan masing-masing pihak. Dalam deklarasi itu, disepakati sembilan poin kesepakatan bersama guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna moda transportasi umum, baik konvensional maupun online, khususnya di wilayah Stasiun Tigaraksa.
Nur Rojab yang juga politisi Golkar menyampaikan, bahwa langkah cepat dan koordinatif dari berbagai pihak merupakan bukti kehadiran pemerintah, dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan publik.
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Dishub, Kecamatan Solear, dan juga aparat kepolisian. Ini menunjukkan pemerintah tanggap dan hadir dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Terlebih kini sudah tercapai deklarasi damai antara pihak-pihak yang berselisih,” ujar Nur Rojab.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Ia juga menekankan pentingnya regulasi yang lebih jelas agar potensi konflik serupa tidak kembali terulang. “Tentunya ini menjadi catatan baik ke depan. Kita ingin masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menggunakan moda transportasi umum, baik online maupun offline,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, pasca terjadinya kericuhan di Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear antara ojek pangkalan (Opang) dengan transportasi online (ojol/taksi online) pada Jumat (25/7) lalu. Kini keduanya deklarasi perdamaian dan tandatangani kesepakatan bersama di Aula Kantor Kecamatan Solear, dengan 9 point catatan bersama, Rabu (30/7).
Camat Solear Rizkia mengatakan, bahwa saat ini telah dilakukan deklarasi kesepakatan damai, antara ojek pangkalan, angkot pangkalan dengan ojek online dan taksi online. Menurut Camat, kesepakatan ini dibuat untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi umum, baik offline ataupun online di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Stasiun Tigaraksa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear yang beberapa hari lalu sempat viral, percekcokan antara Opang dengan taksi online, hingga berujung penangkapan tersangka oknum ojek pangkalan oleh pihak Kepolisian Resor Kota Tangerang. Karena diduga telah melakukan penghadangan dan pemaksaan penurunan penumpang taksi online di Stasiun Tigaraksa pada Jumat (25/7) lalu.
“Buntut dari perselisihan, pada Jumat (25/7) lalu, akhirnya telah celar dan disepakati deklarasi damai diantara kedua belah pihak. Tentunya, ini menjadi catatatan yang sangat baik untuk kedepan, agar masyarakat lebih nyaman dan aman dalam menggunakan moda transportasi umum baik online ataupun ofline,” kata Camat Solear, Rizkia kepada Satelit News, Rabu (30/7). (aditya)





















