SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Perjalanan panjang mengabdi di berbagai pelosok negeri mengantarkan Dr. M. Yusuf, S.H.I., M.H., kepada amanah barunya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, terhitung sejak 22 Mei 2026. Bagi hakim berpangkat Pembina Tingkat I (IV/b) ini, jabatan tersebut adalah babak terbaru dari pengabdian lebih dari dua dekade di lingkungan Peradilan Agama.
Dari Bangku Madrasah ke Gelar Doktor
Langkah Yusuf dimulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan sekolah dan madrasah. Ia menamatkan SD pada 1990, MTs Negeri pada 1993, dan MAN pada 1996. Ia kemudian melanjutkan ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang, dan meraih gelar sarjana pada 2002.
Semangat belajarnya tak berhenti di situ. Di sela tugas yang menuntut mobilitas tinggi, ia menempuh pendidikan magister di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, hingga lulus pada 2013. Satu dekade kemudian, tepatnya 2023, ia menuntaskan pendidikan doktoral di almamaternya, IAIN Imam Bonjol Padang. Gelar doktor itu diraih saat ia tengah memegang amanah sebagai pimpinan pengadilan.
Meniti Karier dari Bawah
Karier Yusuf bermula pada 1 Februari 2005 sebagai calon hakim di Pengadilan Agama Painan, Sumatera Barat. Pada 2006 ia melanjutkan masa calon hakim di bawah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Menariknya, pada 2008 ia sempat ditugaskan sebagai juru sita pengganti di Painan, pengalaman lapangan yang memberinya pemahaman utuh tentang denyut kerja peradilan, dari ruang sidang hingga proses eksekusi di masyarakat.
Baca Juga: Viral Adu Mulut Warga vs Satpam di Citra Raya, Ini Duduk Perkaranya
Pada 28 Agustus 2008, ia resmi menyandang jabatan hakim di Pengadilan Agama Pandan. Empat tahun berselang, ia bertugas di Pengadilan Agama Tanjung Balai, Sumatera Utara.
Mengabdi hingga Tanah Papua dan Serambi Mekkah
Ujian pengabdian yang lebih jauh datang pada 2018, ketika Yusuf dipercaya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Wamena di pegunungan tengah Papua. Menjalankan tugas di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang khas menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya.
Setelah itu, ia kembali ke tempat ia memulai karier dan memimpin Pengadilan Agama Painan sebagai ketua sejak Agustus 2020. Pada Februari 2022, ia mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen, Aceh, lembaga peradilan yang menerapkan kekhususan syariat Islam di Tanah Rencong.
Estafet kepemimpinan berlanjut ke Pengadilan Agama Sampang, Madura (2023), Pengadilan Agama Sengeti, Jambi (2024), dan Pengadilan Agama Muara Bulian, Jambi (2025). Di setiap tempat, ia dipercaya memimpin sebagai ketua pengadilan.
Diganjar Penghargaan Pengabdian
Baca Juga: Bupati Tangerang Lepas 7 Penerima Beasiswa Kuliah ke China
Dedikasi dan kesetiaannya diakui negara. Pada 2018 ia menerima Satyalancana Karya Satya X Tahun, disusul penghargaan Satya Karya Dwiwindu pada 2021, tanda penghargaan atas pengabdian panjang dan konsisten sebagai aparatur negara.
Amanah Baru di Tigaraksa
Kini, di Pengadilan Agama Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Yusuf mendampingi pimpinan dalam menjalankan roda peradilan. Pengalaman berpindah dari ujung barat hingga timur Indonesia, dari Sumatera, Aceh, Jawa, Madura, hingga Papua, menjadi bekal berharga untuk memperkuat pelayanan hukum kepada pencari keadilan.
Perjalanan Dr. M. Yusuf menjadi cerminan bahwa pengabdian seorang hakim tidak mengenal batas wilayah, dan bahwa ilmu serta integritas adalah bekal utama untuk terus melangkah. (dm)





















