SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak berjanji akan segera melakukan pengecekan terkait adanya aksi duel pelajar MAN 1 Lebak melawan siswa SMK Negeri 1 Kalangaanyar Lebak hingga viral di media sosial. Selain itu, Kemenag juga bakal langsung menemui pihak MAN 1 Lebak.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya.
Diketahui, aksi duel pelajar dari MAN 1 Rangkasbitung dengan SMK 1 Kalanganyar beredar luas di media sosial beberapa hari lalu itu. Dalam video yang yang berdurasi 48 detik itu mempertontonkan aksi duel dua kelompok pelajar.
Tanpa ampun 6 pelajar itu saling baku hantam hingga diantara mereka ada yang tersungkur dan meringis kesakitan. Diduga aksi duel itu telah direncanakan lantaran kedua kubu diyakini telah mempersiapkan baik lokasi maupun petarung.
“Infonya sudah ditangani pihak Kepolisian. Tapi tentu kami tetap akan melakukan cross check ke lapangan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya,” kata Kasi Pendidikan Madrasah (Penmas) Kemenag Lebak, Slamet, Jumat (1/8/2025).
Slamet juga menyebut pihaknya akan memfasilitasi antar dua sekolah yang siswanya terlibat perkelahian, yakni MAN 1 Lebak dan SMK Negeri 1 Kalanganyar, termasuk orang tua dan Dinas Pendidikan untuk saling mengevaluasi pengawasan ke para siswa. “Kita akan kumpulkan semua pihak, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” terangnya.
Baca Juga: MUI dan Kemenag Lebak Kompak Kecam Sumpah dengan Cara Injak Al’quran
Pihak SMK Negeri 1 Kalanganyar melalui Wakasek Kesiswaan, Yanti sebelumnya membenarkan ihwal kejadian tersebut. Dari sekolahnya, total siswa yang terlibat mencapai 14 orang. Terdiri dari siswa Kelas X hingga Kelas XII. Diduga kuat motif dari duel ini adalah bagian dari proses rekrutmen siswa baru ke dalam kelompok tertentu yang biasa terjadi setelah masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).
“Mereka bilang hanya ingin duel saja, tapi kami menduga ini ada kaitan dengan rekrutmen Kelas X. Ada indikasi tekanan, bahkan ancaman agar mereka ikut dan tidak kabur,” kata Yanti saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (mulyana)
























