SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Sejumlah siswa yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat 33 Tangerang Selatan (Tangsel) memutuskan mengundurkan diri menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar. Alasan utama pengunduran diri ini karena para siswa belum siap tinggal di asrama dan berpisah dari orang tua.
“Itu dia kan diasramakan, jadi mungkin ada beberapa yang belum siap ikut asrama, ada yang belum siap pisah dengan orang tua, macam-macamlah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi usai meninjau cek kesehatan gratis di SMA Negeri 6 Tangsel, Senin (4/8).
Deden menyampaikan bahwa walaupun terdapat sejumlah siswa mengundurkan diri, kuota 150 siswa saat ini sudah terisi penuh. Dirinya tidak merinci soal berapa siswa yang sebelumnya telah mundur.
“Kemarin ada yang mengundurkan diri karena memang mereka belum siap untuk bersekolah di situ, tapi sudah ada penggantinya, total 150. Pengganti macam-macam, ada yang dari Tangerang,” ucapnya.
Para siswa pengganti berasal dari berbagai daerah, termasuk Tangerang. Deden juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat 33 Tangsel bukanlah sekolah sementara. Untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dijadwalkan akan dimulai pada 15 Agustus 2025.
“Tapi insya Allah rencananya tanggal 15 besok sudah bisa MPLS,” jelasnya.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Rabu 9 September 2026, Cek Lokasinya
Deden menambahkan, untuk tenaga pengajar juga telah disiapkan. Saat ini, lebih dari 30 guru akan mengajar di Sekolah Rakyat 33 Tangsel. Kata dia, para guru tersebut telah mengikuti pelatihan di Kementerian. Renovasi bangunan sekolah telah rampung 100 persen, dan fasilitas sebagian besar sudah tersedia.
“Guru alhamdulillah kita sudah siap, ada 30-an lebih untuk di Tangsel saja. Sudah (pelatihan) di kementerian,” pungkasnya.
Pembukaan Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Banten. Pemerintah daerah siap mendukung program Kemensos demi kesuksesan implementasinya di lapangan.
Diberitakan sebelumnya, proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum dimulai. Pantauan di lokasi, pada Rabu (30/7/2025), nampak tidak ada aktivitas belajar yang seharusnya dijadwalkan sudah berlangsung.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Perum Griya Asri Raya, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara kondisinya pun belum siap untuk digunakan. Pasalnya, bangunan yang dikebut renovasi masih belum juga rampung. Puluhan pekerja proyek masih lalu-lalang menyelesaikan pekerjaannya. (eko)
























