SATELITNEWS.COM, LEBAK—Para pengepul bambu di Kabupaten Lebak kini tengah berbahagia. Momentum jelang HUT Kemerdekaan ke-80 RI membawa berkah buat mereka. Hal ini lantaran penjualannya meningkat dratis hingga 80 persen jika dibandingkan dengan hari biasanya.
Salah satunya dirasakan langsung oleh Iwan (33), seorang pengepul bambu asal Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur. Ia mengaku omzet penjualannya meningkat drastis hingga mencapai 80 persen jika dibandingkan pada hari-hari biasa. Permintaan itu datang dari berbagai daerah di Jabodetabek seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Bekasi. “Ramainya sudah dari satu minggu yang lalu. Jenis bambu yang paling banyak dicari itu untuk tiang bendera dan tiang panjat pinang,” kata Iwan, Senin (4/8/2025).
Dia menambahkan bahwa dalam sehari kini dirinya mampu mengirim sekitar 1.500 batang untuk keperluan tiang bendera, serta 350 batang untuk panjat pinang ke berbagai lapak di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan mobil. “Alhamdulillah, omzetnya naik 80 persen dalam minggu-minggu ini. Permintaanya mulai dari bambu untuk tiang bendera dan untuk panjat pinang,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Supeji (42), seorang petani bambu di daerah tersebut. Ia menyebutkan bahwa akibat lonjakan permintaan ini turut berdampak pada harga jual bambu di kawasan itu.
“Biasanya, harga bambu untuk panjat pinang dengan diameter 12 hingga 15 sentimeter bisa mencapai Rp25 ribu per batang. Sedangkan bambu untuk tiang bendera saya jual Rp 4.000 dan bambu tali Rp5.000 per batang,” jelasnya. Supeji mengungkapkan, bahwa setiap hari dirinya berhasil menjual sebanyak 300 batang bambu untuk panjat pinang dan sekitar 1.000 batang untuk keperluan tiang bendera. “Hari ini saya jual 1000 batang untuk bambu jenis tiang bendera, 300 batang untuk tiang panjat pinang,” ungkapnya.
Peningkatan permintaan ini rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para petani dan pelaku usaha atau pengepul bambu di wilayah Kabupaten Lebak yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil bambu terbesar di Provinsi Banten. Supeji pun berharap adanya peningkatan permintaan terhadap bambu tidak hanya menjadi keuntungan pengepul melainkan dirinya dan petani lainnya. “Kita harap ketika tingginya peningkatan jangan sampai harga dari petani di beda jauh dengan pengepul. Intinya jangan sampai momen ini tidak adil bagi petani,” tandasnya. (mulyana)
Baca Juga: Jelang HUT Kemerdekaan Ke-80, Wakil Wali kota Maryono Ikut Tasyakuran Bareng Warga
























