SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel telah menurunkan Satgas Pangan untuk memantau peredaran beras oplosan. Dalam operasi yang sudah berlangsung sejak pekan lalu, belum ditemukan kasus beras oplosan di lapangan.
Kepala Disperindag Tangsel, Abdul Aziz mengklaim tim gabungan melakukan serangkaian pengecekan sejak pekan di tiap toko ritel.
“Tim di lapangan dari Minggu kemarin hingga pekan ini. Kita sudah melakukan pengecekan ke setiap toko ritel yang ada di Kota Tangerang Selatan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (7/8).
Menurut Aziz, hasil pengawasan menunjukkan bahwa peredaran beras oplosan di wilayah Tangsel telah berhenti, baik di tingkat pengecer maupun distributor. Kata dia, merek dari distributor beras yang memasarkan beras oplosan pun sudah tidak ditemukan.
“Alhamdulillah sudah tidak ditemukan untuk kemasan merek beras oplosan di tiap toko ritel di Kota Tangsel, karena dari pihak distributornya juga sudah tidak ada,” jelasnya.
Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan keamanan bahan pangan pokok di tengah masyarakat. Apalagi, beberapa waktu terakhir, isu beras oplosan sempat mencuat di beberapa daerah di Indonesia, menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen.
Baca Juga: Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton
Disperindag juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap distribusi bahan pangan pokok. Sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan ada sekitar lima hingga enam pasar tradisional utama yang menjadi fokus pengawasan Satgas, termasuk toko-toko ritel yang menjual beras dalam jumlah besar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap kemungkinan peredaran beras oplosan di wilayah Tangsel.
“Ya saya sudah menerjunkan tim karena harus cek laboratorium kalau diperlukan. Ada juga dari Dinas Kesehatan untuk memeriksa sampel di pasar. Di Tangsel ini pasar tradisional ada 5 sampai 6, ” ujarnya. (eko)
























