SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Jackie Chan kembali bikin aksi yang memicu sorakan penonton. Lewat film terbarunya, The Shadow’s Edge, legenda laga ini memadukan adu strategi old school dengan ancaman kejahatan era teknologi tinggi.
Film ini tayang perdana di Beijing pada 3 Agustus 2025 dan langsung dibanjiri pujian, bahkan ada yang menyebutnya karya terbaik Chan dalam satu dekade terakhir. Film ini berada di tangan sutradara Larry Yang, yang dikenal lewat karya seperti Ride On, Adoring, dan My Other Home.
Jackie memerankan Wong Tak Chung, mantan polisi yang sudah lama pensiun dan menikmati hidup tenang. Namun, ketenangan itu berakhir ketika Kepolisian Makau dibuat kewalahan oleh serangkaian perampokan canggih yang memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mengelabui pengawasan.
Dalam keadaan terdesak, polisi meminta Chung untuk kembali ke lapangan. Ia kemudian dipasangkan dengan Ho Qiuguo (Zifeng Zhang), detektif muda dari Departemen Investigasi Kriminal yang gesit, cerdas, dan terbiasa dengan metode digital. Misi mereka: memburu geng pencuri berteknologi tinggi yang licik dan selalu selangkah di depan.
Trailer berdurasi 2 menit 30 detik yang dirilis beberapa minggu sebelum penayangan perdana memperlihatkan nuansa noir-modern Makau: lorong sempit bercahaya neon, kejar-kejaran di pasar malam yang berubah menjadi ajang duel fisik, dan atap gedung yang menjadi arena aksi berbahaya.
Salah satu adegan yang langsung mencuri perhatian penggemar adalah ketika Chan menggunakan payung lipat untuk melumpuhkan lawan—sebuah improvisasi yang mengingatkan pada masa jayanya di film-film seperti Police Story atau Project A.
Baca Juga: Jumlah Penonton Film Agak Laen Menyala Pantiku Tembus 10,5 Juta, Rekor Avengers Terancam?
Tak hanya aksi, trailer juga menyelipkan ketegangan ala thriller kriminal: tatap-menatap intens di ruang interogasi, koordinasi operasi via layar digital, hingga potongan adegan di mana teknologi AI digunakan untuk memanipulasi bukti. Penonton pun langsung berspekulasi di media sosial tentang bagaimana film ini akan mengadu kecerdikan manusia dengan kekuatan teknologi.
The Shadow’s Edge juga diperkuat oleh Tony Leung Ka-fai, Ci Sha, dan Wen Junhui (Jun dari grup K-pop Seventeen). Leung pernah membintangi Eye in the Sky (2007), yang menjadi inspirasi remake ini. Versi 2025 dirombak besar-besaran agar relevan dengan era AI, sambil mempertahankan inti cerita tentang duel antara pengawasan tradisional dan kejahatan berteknologi tinggi.
Sejak premier di Beijing, media lokal dan internasional memberi respons positif. Banyak yang memuji keberhasilan Larry Yang menggabungkan koreografi laga khas Jackie—yang dikenal menggunakan properti sehari-hari sebagai senjata—dengan cerita yang padat dan relevan.
Di Indonesia, tanggal tayang juga belum diumumkan, namun distributor lokal memprediksi film ini akan masuk bioskop sebelum akhir tahun. (san)




























