SATELITNEWS.COM, SERANG – Para orang tua anak asuh di Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Bina Budi Bangsa, di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, dilatih membuat makanan sehat dan bergizi dari olahan ikan, Kamis (14/8/2025). Kegiatan tersebut, merupakan Program CSR PT PLN Indonesia Power UBP Cilegon tahun 2025.
Ketua Yayasan Aulia Qurrota Aini, Kuratu Akyun mengatakan, bahwa kegiatan ini sengaja dilakukan supaya orang tua anak memiliki kapabilitas, kemampuan dan pengetahuan agar baimana anak anak sekarang ini tidak terbiasa makanan junk food atau makanan siap saji.
“Kita sangat miris anak anak sekarang lebih suka makanan siapa saji, dan makan makan jajanan yang memang mengandung bahan bahan yang tidak baik buat pertumbuhan, ada yang terlalu manis, terlalu asin dan juga banyak mengandung MSG yang tidak baik bagi pertumbuhan,” kata Kuratu, Kamis (14/8/2025).
Oleh karena itu, kata Kuratu sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Tamasya Bina Budi Bangsa bekerjasama dengan PT PLN Indonesia Power UBP Cilegon melakukan pelatihan membuat makanan sehat dan bergizi dari olahan ikan bagi para orang tua asuh.
Pelatihan tersebut juga berbarengan dengan Kelas Kerabat atau Kelas Orang Tua Hebat yang dimana disitu orang tua mendapatkan pengetahuan tentang pola asuh yang baik dan benar bagi anak anak.
“Alhamdulillah orang tua sangat antusias sekali. Karena memang sekolah orang tua itu kan tidak ada, adanya ya melalui parenting, kita juga hadirkan Konselor Bu Gina, banyak orang tua yang nanya anak susah makan, bagaimana seorang ibu mempunyai semangat memasakn makanan yang sehat untuk anak anak,” tuturnya.
Kuratu mengungkapkan, bahwa anak anak di Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) Bina Budi Bangsa di Kecamatan Kramatwatu, semua orang tuanya sibuk bekerja. “Jadi bagi semua orang tua yang ada di Kabupaten Serang yang sibuk kerja di kantor biar ibunya tenang dan anaknya nyaman, bisa dititipkan di Tamasya Bina Budi Bangsa,” ujarnya.
Terkait dengan jumlah anak yang dititipkan di Tamasya Bina Budi Bangsa, Kuratu mengatakan untuk yang usia 2-4 tahun ada 15 anak, usia 4-6 tahun ada 35 anak.
Konselor di Yayasan Aulia Qurrota Aini, Gina Nurlinda menambahkan, kegiatan pelatihan membuat makanan sehat dan bergizi dari olahan ikan bagi orang tua asuh ini sangat memberikan dampak cukup besar. Karena yang pertama mereka dilatih untuk membuat makanan dari bahan bahan yang memenuhi gizi seimbang.
Kemudian kedua mereka diberikan bekal secara sikolohis bagaimana menstimulasi anak anak untuk lebih mudah diajak kerjasama, untuk makan makanan bergizi.
“Jadi ada beberapa yang tadi kita sampaikan, dengan menerapkan pola asuh sesuai dengan perkembangan anak, seperti anak anak balita ini kan peniru yang ulung, artinya Dia harus melihat orang tuanya makan yang lauknya memenuhi standar gizi, anak anak juga yang fitrahnya aktif harus dilibatkan dalam membuat makanannya, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (sidik)