SATELITNEWS.COM, LEBAK–Beredar kabar massa berbagai elemen OKP akan menggelar aksi demo besar-besaran di pusat kota Kabupaten Lebak. Khawatir berujung anarkis seperti di daerah lain, sejumlah sekolah di kota Rangkasbitung, memilih melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun pada akhirnya aksi itu batal dilaksanakan.
Salah satunya dilakukan SMAN 3 Rangkasbitung. Sekolah yang hanya berjarak kurang lebih 350 meter dari kantor Bupati dan DPRD Lebak tersebut mengambil langkah untuk melaksanakan KBM secara daring.
Menurut pihak sekolah, pada Minggu 31 Agustus 2024 beredar informasi akan adanya demo dari berbagai OKP ke kantor Bupati dan Gedung DPRD Lebak.
Mengingat jarak ke titik lokasi cukup dekat, pihak sekolah mengambil kebijakan KBM dari rumah masing-masing.
Terpantau sekolah yang memiliki 770 pelajar itu tidak ada aktivitas selain hanya guru yang ditemani halaman sepi serta ruang kelas kosong tanpa adanya kegiatan KBM.
“Aktivitas hari ini sekolah PJJ ya, pembelajaran jarak jauh karena tadi malam kita dapat info akan ada demo, untuk mengantisipasi itu, sebenarnya kalau dari sekolah itu masuk ya dengan tatap muka karena saja kita khawatir titik demo dekat dengan sekolah makanya izin ke Kadis (kepala dinas) untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, alhamdulilah di izinkan,” kata Wakasek SMAN 3 Rangkasbitung, Tita Juwita, Senin (1/9/2025).
Baca Juga: Belasan CPU Hingga Laptop Milik SMK Azzahra Nusantara Banjar Pandeglang Raib Dimaling
Pelaksanaan KBM secara daring menurut Juwita digelar Senin. Akan tetapi jika kembali terjadi adanya informasi adanya aksi demo maka tidak menutup kemungkinan PJJ dilakukan selama dua hari.
“Untuk sekarang, untuk hari ini saja. Untuk besok lihat kondisi kemungkinan besok itu dilaksanakan tatap muka kembali. Tapi kita lihat kondisi sampai nanti malam apakah ada informasi lagi terkait dengan ini (demo), karena kita khawatir juga karena aksi-aksi disana (di luar daerah berujung anarkis. Mudah-mudahan di Rangkasbitung mah aman,” tutur Juwita.
“Jadi gini sebenarnya lebih kepada orang tua juga, jadi orangtua banyak yang mengonfirmasi ke wali kelas, bagaimana untuk kegiatan pembelajaran besok kaitannya dengan informasi demo,” sambung Juwita mengungkapkan kekhawatiran efek demo.
“Kita selalu koordinasi dengan KCD maupun kadis. Ke khawatirnya kita itu sebenarnya karena letak atau lokasi dilaksanakan demo itu sangat dekat dengan SMA 3 radius sekitar 350, dekat sekali. Khawatir lah walaupun anak-anak datang kita kunci tapi tetap rasa khawatiran di luar prediksi kita,” tandasnya.
Dia mengatakan, pihak sekolah terus meningkatkan koordinasi dengan dengan guru dan pihak orangtua.
“Kita sudah mengimbau untuk tidak mengikuti demo. Kita memastikan kepada guru masing-masing untuk selalu mantau kegiatan hari ini,” katanya.
Baca Juga: Wisata Alam Pegunungan Di Pandeglang Makin Dilirik, Disparbud Ingatkan Pendaki Soal Ini
“Kita siapkan sanksi bagi siswa siswi yang mengikuti kegiatan demo,” ujar Juwita.
Seorang pedagang di sekitaran SMAN 3 Rangkasbitung Yogi mengaku dampak sekolah menggelar KBM secara daring omzet yang didapatnya menurun.
“Iya katanya sekolah memberlakukan KBM daring. Tiap hari pembelinya kebanyakan siswa-siswi, tapi hari ini mereka belajarnya di rumah jadi yang beli sepi,” katanya.(mulyana)
