SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Misi Lebak mendapat sorotan dari keluarga pasien berinisial AWN, warga Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.
Keluarga pasien mengaku kecewa lantaran AWN yang datang dalam kondisi sakit lambung disebut diminta pulang setelah menjalani pemeriksaan di IGD rumah sakit tersebut.
Alfi, keluarga pasien, mengatakan adiknya dibawa ke RS Misi setelah mengalami sakit saat bekerja di wilayah Tangerang. Ia menjemput AWN dan membawanya ke rumah sakit pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 00.45 WIB.
“Adik saya sakit lambung saat kerja di Tangerang, saya jemput lalu saya masukan ke RS Misi pada pukul 00.45 WIB dini hari,” kata Alfi kepada Satelitnews.com.
Menurut Alfi, setelah dilakukan observasi di IGD, dokter yang menangani disebut meminta pasien untuk pulang dengan alasan keluhan sakit baru dirasakan sejak sore hari.
“Tapi setelah observasi di IGD adik saya disuruh pulang dengan alasan sakitnya baru tadi sore. Padahal saat itu adik saya masih kesakitan dan membutuhkan penanganan,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian, Remaja Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak Ditemukan Meninggal
Alfi mengaku sempat mencoba berkomunikasi dengan dokter yang menangani agar adiknya mendapat perawatan lebih lanjut. Namun, menurutnya, permintaan tersebut tidak dikabulkan.
“Saya minta dengan baik dan berkomunikasi dengan dokter yang menangani, tapi tetap disuruh pulang. Bahkan disampaikan mau pakai BPJS atau umum tetap disuruh pulang,” ungkapnya.
Ia menilai pelayanan tersebut membuat pihak keluarga kebingungan, terlebih kondisi AWN saat itu masih mengalami kesakitan. Karena khawatir dengan kondisi adiknya, Alfi kemudian membawa AWN untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit lain.
“Dini hari tadi juga langsung ke rumah sakit lainnya, dan sudah dirawat dan ditangani,” katanya.
Sementara itu, Direktur RS Misi Lebak, Totot Munardi saat dikonfirmasi Satelitnews.com melalui sambungan telepon mengaku telah menerima laporan terkait kejadian tersebut.
Namun, Totot enggan memberikan keterangan lebih jauh terkait keluhan keluarga pasien. Ia hanya menegaskan bahwa petugas yang berjaga saat kejadian telah menjalankan pelayanan sesuai aturan yang berlaku. (mulyana)
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Nyatakan DOB Cilangkahan Paling Siap
