SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Kobaran api melalap habis sebuah gudang triplek di Kampung Kebon Kosong, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Selasa (2/9) siang. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dan nilai kerugian belum dapat dipastikan.
Kepulan asap hitam pekat pertama kali terlihat oleh warga sekitar sekitar pukul 13.00 WIB. Nuryati, salah seorang warga sekaligus saksi mata, mengungkapkan bahwa asap tebal dengan cepat membumbung tinggi dari atap gudang dan menyebar ke arah permukiman warga.
“Awalnya terlihat asap hitam di atas gudang, lama-lama menyebar ke permukiman. Warga panik dan langsung keluar rumah karena takut api merembet,” ujar Nuryati kepada Satelit News, Selasa (2/9).
Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, warga bersama Ketua RT setempat langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang untuk meminta bantuan pemadaman.
Mendapat laporan, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, segera mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran dan 20 personel ke lokasi kejadian.
“Betul, kami langsung turunkan empat armada Damkar dan 20 petugas untuk menangani kebakaran di gudang triplek tersebut,” kata Taufik.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Petugas sempat kesulitan menjinakkan api karena material dalam gudang yang sebagian besar terbuat dari kayu dan triplek sangat mudah terbakar. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan dan kini proses pendinginan masih dilakukan untuk menghindari potensi api kembali muncul.
“Api sudah berhasil dikendalikan. Saat ini kami masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” jelas Taufik.
Taufik menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan. Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
“Kerugian masih dalam penghitungan, penyebab kebakaran juga masih diselidiki. Yang pasti, tidak ada korban jiwa maupun luka,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















