SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Kabupaten Lebak menyebut bahwa permohonan bantuan renovasi musala menjadi permohonan bantuan terbanyak yang diterima. Artinya, sebagian besar permohonan bantuan ke Baznas dari masyarakat Kabupaten Lebak masih bersifat konsumtif karena tujuan utamanya bukan untuk menghasilkan pendapatan finansial masyarakat melainkan untuk perbaikan dan pemeliharaan aset.
“Proposal permohonan bantuan renovasi musala bahkan menumpuk di kantor. Terakhir kita terima Juni 2025, hingga sekarang kita tutup,” kata Ketua Baznas Kabupaten Lebak, Wawan Gunawan, Rabu (10/9/2025). Wawan menyebut bahwa sebetulnya bantuan renovasi masjid atau musala dari Baznas tentu bersifat terbatas. Hal itu yang membuat Baznas Lebak menyetop sementara menerima permohonan bantuan untuk renovasi musala. Dia juga menambahkan bahwa musala seharusnya menjadi tanggung jawab masyarakat ketika mengalami kerusakan atau jika perlu direnovasi. Momen itu seharusnya bisa menjadi ajang memperkuat kesatuan umat Islam.
“Ketika memberi bantuan pun, ya sifatnya hanya stimulus. Tidak bisa sepenuhnya. Musala itu kan milik umat, milik semua,” ucapnya. Kemudian selain permohonan bantuan rehabilitasi musala, Baznas Lebak juga menerima banyak permohonan bantuan rehabilitasi pesantren. “Kita harus pilih-pilih karena ada banyak program dari Baznas,” tuturnya.
Di sisi lain, Baznas Lebak sendiri disebut memiliki banyak program lain, termasuk di bidang pendidikan. Kata Wawan, Baznas memiliki program rutin yaitu memberikan bantuan alat sekolah ke siswa-siswi tidak mampu tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Keberadaa bantuan itu dinilai bisa menjadi salah satu langkah Baznas untuk menyelesaikan persoalan pendidikan di Kabupaten Lebak. “Nah kalau untuk permohonan bantuan kedaruratan seperti ada bencana, kita pasti akan prioritaskan,” imbuhnya.
Wawan juga mengungkapkan bahwa Baznas Lebak juga memiliki bantuan pemberdayaan masyarakat. Menurut Wawan, saat ini banyak masyarakat Kabupaten Lebak yang memiliki kompetensi atau keahlian di bidang tertentu dan berpotensi untuk bisa produktif. Namun terkadang terkendala oleh modal. Untuk itu, Baznas biasa turut memberikan bantuan. “Tahun ini kita juga turut mengintervensi rumah tidak layak huni di Lebak, ada enam rumah dengan nilai Rp25 juta per unitnya,” tandasnya. (mulyana)
























