SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Sekelompok anak di bawah umur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diamankan polisi setelah kedapatan sedang membuat senjata tajam dari plat besi. Senjata ini dibuat untuk digunakan dalam aksi tawuran. Ironisnya, para remaja ini mengaku belajar membuat senjata tajam dari video di platform YouTube.
Kejadian tersebut terungkap saat jajaran Polsek Cisauk menggelar patroli rutin skala besar (KRYD) pada Minggu dini hari, 14 September 2025, sekitar pukul 00.30 WIB. Patroli menyasar sejumlah lokasi rawan seperti Jalan Raya Cisauk-Legok, Jalan Lingkar Selatan Kranggan, hingga kawasan Puspiptek Viktor Babakan.
Saat patroli menyisir kawasan belakang Kantor Kelurahan Muncul, Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, petugas mendapatkan laporan warga tentang aktivitas mencurigakan sejumlah remaja.
Petugas kemudian bergerak cepat ke lokasi dan mendapati beberapa anak tengah menggerinda plat besi yang diduga kuat akan dijadikan senjata tajam.
“Pada saat tiba di lokasi personel bergerak cepat dengan mengamankan para remaja beserta sejumlah senjata tajam yang telah disiapkan selanjutnya para remaja serta barang bukti diamankan ke Polsek Cisauk untuk dilakukan pengembangan,” ujar Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, Senin (15/9).
Keempat remaja yang diamankan masing-masing berinisial R (12), I (12), R (11), dan A (10). Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka tidak ditahan, melainkan dikembalikan kepada orangtua untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga telah memanggil orangtua, pihak sekolah, dan kelurahan terkait.
Baca Juga: Tumpahan 80 Kg Minyak Curah di Ciputat Bikin Licin, Jalan Sempat Ditutup
“Orangtua dan pihak sekolah serta kelurahan sudah kita panggil. Anak kami kembalikan kepada ortunya, untuk di lakukan pembinaan,” jelas Dhady.
Dari lokasi, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu lembar plat besi, satu buah gurinda, dan enam buah sajam. Dhady juga memastikan bahwa produk yang kelompok remaja buat tidak diperjualbelikan,hanya untuk digunakan tawuran.
“Untuk tawuran,” pungkasnya. (eko)
