SATELITNEWS.COM, LEBAK–Kemarau yang berlangsung lebih dari sebulan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Di Desa Cibuah, Kecamatan Warunggunung, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setelah sumur gali dan sumur bor mengering. Kondisi itu membuat bantuan air bersih dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak menjadi tumpuan masyarakat.
Informasi yang dihimpun, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan Tagana ke dua titik di Desa Cibuah yang menjadi wilayah terdampak paling parah. Antusiasme warga begitu tinggi. Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh pasokan air yang dibawa Tagana habis terbagi.
Mengeringnya sumber air membuat sebagian warga tidak memiliki banyak pilihan. Selain menunggu bantuan, ada yang terpaksa membeli air, sementara lainnya mencari sumber mata air alami hingga ke kawasan hutan agar kebutuhan mandi, mencuci, memasak, dan air minum tetap terpenuhi. Air bersih yang disalurkan pada Sabtu (18/7/2026) itu sudah ditunggu warga sejak truk tangki belum tiba. Mereka datang membawa jeriken, ember, galon hingga drum untuk mendapatkan pasokan air bersih yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga.
Mutmainah (52), warga Kampung Cibuah Lebak Lelor, mengatakan sumur di rumahnya kini hampir tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi itu membuat keluarganya sangat bergantung pada bantuan air bersih. “Sumurnya sudah kering. Paling sekarang hanya dapat satu ember saja. Banyak warga di sini yang punya blumbang untuk menampung air buat mencuci. Memang lagi susah air,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur bantuan air bersih kembali disalurkan karena sangat membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan. “Alhamdulillah dengan bantuan air bersih ini kami dan masyarakat di sini sangat terbantu,” katanya.
Hal senada disampaikan Ida (48). Menurutnya, kekeringan sudah berlangsung lebih dari satu bulan dan hampir menjadi persoalan rutin setiap musim kemarau. Debit air sumur terus menurun hingga sebagian besar mengering. “Air sumur tinggal sedikit bahkan banyak yang sudah kering. Hampir setiap tahun seperti ini dan biasanya kami mendapat bantuan air bersih dari Tagana. Kami bersyukur karena bantuan ini sangat membantu kebutuhan warga,” tuturnya.
Baca Juga: Pengurus Tagana 2025-20230 Dilantik, Begini Pesan Bupati Lebak
Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansyah, mengatakan bantuan diprioritaskan bagi wilayah yang paling terdampak kekeringan. Desa Cibuah menjadi salah satu daerah yang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
“Hari ini kami menyalurkan bantuan ke dua titik yang sudah lebih dari sebulan mengalami kekeringan. Desa Cibuah memang menjadi salah satu wilayah yang setiap tahun terdampak ketika musim kemarau datang,” ujar Iwan.
Ia menyebut, ancaman kekeringan tidak hanya terjadi di Kecamatan Warunggunung. Sedikitnya terdapat sekitar 12 kecamatan di Kabupaten Lebak yang hampir setiap tahun mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. “Kami akan semaksimal mungkin menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak selama musim kemarau panjang ini,” tegasnya. (mulyana)




























