SATELITNEWS.COM, LEBAK—Kondisi Jembatan Sentul yang menghubungkan Kecamatan Bayah dan Panggarangan di Kabupaten Lebak memprihatinkan. Jembatan yang menjadi penopang ekonomi warga sekitar tersebut nyaris roboh.
Berdasarkan informasi, jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun silam tersebut hingga saat ini belum tersentuh perbaikan. Sehingga saat ini kondisinya terlihat tak baik-baik saja. Bagian fondasi sekaligus tembok pencegah abrasi terlihat penuh retakan dan tiang penyangga sudah sepenuhnya keropos.
Jembatan itu menjadi akses penting bagi pertumbuhan ekonomi di tujuh desa Bayah Timur, Cimancak, Suakan, Cisuren, Mekarjaya, Panggarangan, dan Jatake. Jika dibiarkan tanpa ada perbaikan, dikhawatirkan benar-benar roboh sehingga memutus ekonomi warga sekitar.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Cimancak, Kecamatan Bayah, Djuhariah. Dirinya berharap jembatan di desanya bisa segera dibangun. “Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Lebak bisa segera memperbaiki atau membangun jembatan ini,” kata singkatnya, Selasa (16/9/2025).
Sementara anggota DPRD Lebak Dapil Bayah-Panggarangan, Muammar Adi Prasetya menyebut bahwa jembatan itu memiliki peran vital bagi masyarakat tujuh desa yang berada di dua kecamatan tersebut. Menurut Muammar, jembatan tersebut menjadi akses utama pelajar yang hendak pergi ke sekolah dan akses ekonomi bagi warga yang hendak ke pasar atau kebun.
“Kalau hujan deras, debit air di sungai di bawahnya meningkat dan bisa membawa material yang memperparah kerusakan,” kata Muammar. “Apalagi struktur jembatan yang retak itu berada di tanjakan, artinya beban kendaraan bertambah saat melintas,” sambung politisi Golkar ini.
Saat ini, Muammar menyebut bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Lebak dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) . Dirinya berharap ada tindak lanjut konkret dari pemerintah, baik melalui anggaran APBD maupun program lain seperti Bang Andra yang dapat mendukung perbaikan infrastruktur. “APBD murni tahun 2026 nanti akan fokus pada pembangunan infrastruktur. Kami minta agar Jembatan Sentul menjadi salah satu prioritas,” imbuhnya.
Terpisah Kepala Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatupika mengatakan, pasca laporan jembatan tersebut nyaris roboh dirinya saat ini masih melakukan inventarisasi terhadap kondisi Jembatan Sentul yang menghubungkan wilayah Bayah dan Panggarangan tersebut.
“Saat ini masih dalam tahap inventarisasi. Kita juga masih harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, karena banyak usulan masuk, mulai dari perbaikan jalan desa hingga jembatan,” ujarnya. Menurutnya, meskipun secara fisik jembatan masih berdiri, kekhawatiran akan potensi kerusakan atau ambruk tetap menjadi perhatian, terutama saat curah hujan tinggi.
Namun, perbaikan belum bisa dipastikan masuk dalam agenda tahun ini atau bahkan tahun 2026, karena harus disesuaikan dengan kondisi anggaran dan skala prioritas. Ia menambahkan, status Jembatan Sentul berada di bawah kewenangan desa karena berdiri di atas jalan desa. Oleh karena itu, klasifikasinya masuk ke dalam jembatan desa.
“Terkait estimasi anggaran yang dibutuhkan, kita belum bisa memastikan karena belum memiliki data teknis seperti panjang bentang dan lebar jembatan. Kalau sudah ada datanya, baru bisa dihitung. Kita akan survei terlebih dahulu,” jelasnya.
“Dengan banyaknya usulan pembangunan infrastruktur yang masuk, pemerintah akan menyesuaikan kembali skala prioritas untuk menentukan pekerjaan mana yang paling mendesak dan bisa direalisasikan di tahun anggaran mendatang,” tandasnya.(mulyana)