SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mulai melirik transportasi masal, untuk mengurangi tingkat kemacetan, terutama di daerah-daerah metropolitan. Mulai dari pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Banten, reaktivasi dan elektrifikasi jalur kereta api, mengoperasikan kapal Roro Merak-Lampung sampai mengoptimalkan pelabuhan di Bojonegara untuk kebutuhan impor ekspor barang-barang logistik.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dalam waktu dekat transportasi masal yang akan dilauching adalah Sistem Angkutan Umum Masal (SAUM) atau trans Banten. di tahap pertama ini baru satu koridor yang akan dioperasikan yakni Terminal Pakupatan-MOS sampai Sindang Sari kampus Untirta Serang.
“Kita akan uji coba dulu di tahun ini,” katanya seusai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional di lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, belum lama ini dirinya sudah menyampaikan beberapa usulan program dari masyarakat Banten yang langsung ia sampaikan kepada Mentri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Beberapa program yang diusulkan itu utamanya berkenaan dengan perkeretaapian.
“Seperti reaktivasi jalur Rangkasbitung-Pandeglang, Kemudian elektrifikasi dari Rangkasbitung-Merak,” ujarnya.
Jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan sejatinya sudah beroperasi sejak pemerintahan Kolonial Belanda pada 1896-1900, yang tersambung dari Tanah Abang, Jakarta kemudian Stasiun Rangkasbitung dan berhenti sampai stasiun Anyer Kidul yang melintasi Labuan, Pandeglang.
Baca Juga: Pemasangan Lampu PJU Diruas Jalan Provinsi Terhambat Evaluasi Anggaran
Pembangunan stasiun Rangkasbitung dilakukan untuk menunjang kebutuhan transportasi masyarakat. Kala itu Rangkasbitung sudah menjadi sebuah kota yang maju di bidang industri pertanian dan perkebunan.
Sehingga, untuk memperlancar akses transportasi dan mendukung perekonomian warga dari hasil perkebunan dan pertanian ke Jakarta dibutuhkan kereta api sebagai akses utama.
“Oleh karena itu kami juga mengusulkan kereta petani dan pedagang,” pungkasnya.
Usulan lainnya yakni pengoptimalan Pelabuhan Bojonegara untuk aktivitas ekpor impor barang-barang logistik. Selama ini, kata Andra, jalur ekspor impor itu mayoritas menggunakan jasa layanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Walhasil, beban Pelabuhan Tanjung Priok menjadi cukup berat.
Ditambah lagi, dengan volume kendaraan yang cukup banyak, sehingga mengakibatkan kemacetan yang berkepanjangan di beberapa ruas jalan.
“Kita ingin beban itu tidak semuanya ke Tanjung Priok. Karena cukup berat juga, belum lagi macetnya. Maka dari itu, saya usulkan kenapa tidak Pelabuhan Bojonegara itu kita optimalkan. Apalagi perairan di sana dalam, bisa untuk sandar kapal-kapal besar,” jelasnya.
Baca Juga: Kepung KP3B, Sopir Angkot Menuntut Trayek Bus Trans Banten Dievaluasi
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo menambahkan, untuk launching BRT Trans Banten dirinya masih menunggu Perubahan APBD 2025. Namun demikian, dirinya berharap lauching itu bisa dirangkaikan pada momen peringatan HUT Banten ke-25 pada 4 Oktober 2025.
“Kita rencanakan tanggal 5 Oktober untuk launching-nya,” katanya.
Uji coba itu rencananya akan dilakukan selama dua bulan dengan anggaran yang diajukan sebesar Rp400 juta. Selama masa uji coba, BRT akan beroperasi setiap satu jam sekali yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Namun, sebagai bentuk edukasi, pihak operator akan menyediakan kartu e-money sebagai alat transaksi utama pengguna BRT.
“Kami sudah bicara dengan Bank Banten terkait penyediaan e-money itu,” katanya.
Berdasarkan perhitungan, anggaran yang disiapkan untuk operasional BRT di tahun 2026 sebesar Rp28 miliar untuk tiga koridor yang melintasi ruas jalan wilayah Kota Cilegon, Kota Serang dan Kabupaten Serang. Untuk Koridor 1 segmen 1 melayani rute dari pertigaan Ambon, Cikande Kabupaten Serang melalui Jalan Raya Serang Jakarta hingga Terminal Pakupatan, Kota Serang.
Kemudian dilanjutkan segmen 2 dari Terminal Pakupatan – Jalan Jendral Sudirman – Jalan Ahmad Yani, Jalan Veteran – Jalan KH Brigjen Samun – Jalan Mayor Safei – Jaln Raya Serang Cilegon dan berakhir di depan Perumahan Cilegon Indah.
Baca Juga: Tender Ulang, Pemasangan Lampu PJU di Banten Dipastikan Mulur
“Koridor satu dibagi dua segmen karena jaraknya jauh, 41,7 kilometer. Segmen pertama dari Cikande ke Terminal Pakupatan. Nanti dilanjutkan hingga ke Cilegon,” katanya.
Selanjutnya Koridor 2 melayani rute Banten Lama melalui Jalan Raya Banten – Cilame – Jalan Sultan Ageng Tirtayasa – Jalan Diponogoro – Jalan Mayor Safei – Kepandean – Jalan Tb Suwandi – Kebon Jahe – Jalan Raya Serang Pandeglang – Palima – Pasar Baros.
Terakhir Koridor 3 dari Perumahan Alamanda Trondol – Jalan Armada – Pintu Tol Serang Timur – Terminal Pakupatan – Jalan Syekh Nawawi Albantani – Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten – Kampus UIN Banten – Palima – berakhir di depan Kampus Untirta Pabuaran.
Selanjutnya, untuk usulan peningkatan transportasi masal kereta api, dari dua skema yang diusulkan yang dimungkinkan akan direalisasikan dalam waktu dekat adalah reaktifasi Rangkasbitung-Labuan. Tahun dengan Dirjen Perkeretaapian akan mulai melakukan ‘pembersihan’ jalur kereta api dari Rangkasbitung-Labuhan yang saat ini sudah banyak berdiri bangunan masyarakat.
“Bukan pembebasan lahan yah,” pungkasnya.
Kemudian terkait dengan pengoptimalan Pelabuhan Bojonegara, ada dua alternatif yang diusulkan oleh Pemprov Banten, pertama melanjutkan pembangunan Pelabuhan Bojonegara dan yang kedua penggabungan manajemen pengelola pelabuan Krakatau Steel yang meliputi Pelabuhan Cigading dan Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera dengan Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo yakni Pelabuhan Ciwandan.
Operator Pelabuhan Bojonegara yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten saat ini sudah mengantongi izin pengoperasian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Izin ini menjadi langkah strategis untuk memperluas konektivitas logistik nasional sekaligus mendorong peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kepelabuhanan.
Baca Juga: Awasi Truk ODOL, Dishub Banten Ajak Pemda Bekerja Sama
“Tapi yang lebih memungkinkan itu sepertinya melanjutkan pembangunan Pelabuhan Bojonegara,” katanya. (luthfi)
