SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, rencana pembangunan Underpass Bitung kini mulai dibahas kembali dan dijadwalkan akan dilanjutkan pada Oktober 2025 mendatang.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa pembangunan underpass tersebut akan dimulai pada pertengahan Oktober 2025. Ia mengakui bahwa proyek ini sempat tertunda akibat pandemi.
“Insya Allah, pembangunan Underpass Bitung akan dimulai pada pertengahan Oktober 2025. Sejak sekarang, sosialisasi kepada masyarakat setempat harus segera dilakukan,” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Kamis (25/9).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menjelaskan, pembangunan akan diawali dengan pemindahan 25 tiang listrik, transformator, serta penertiban papan reklame.
“Proses pemindahan itu bakal dilaksanakan sesegera mungkin,” ujar Rudi.
Menurutnya, pembangunan underpass ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna jalan, karena diyakini mampu mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
“Underpass Bitung tentunya untuk kepentingan masyarakat guna mengurai kemacetan parah yang sering terjadi,” ucapnya.
Rudi berharap pembangunan dapat segera direalisasikan agar kemacetan di Kabupaten Tangerang bisa berkurang secara bertahap.
“Semoga Underpass Bitung ini bisa segera terbangun,” harapnya.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi pembangunan infrastruktur pekerjaan umum bersama UPT Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Senin (25/8) lalu, Rudi mengeluhkan lambannya pembangunan infrastruktur di wilayahnya, salah satunya adalah proyek underpass Bitung. Ia mengatakan, pihaknya sudah membebaskan lahan dengan biaya besar, namun pembangunan fisiknya tak kunjung dimulai.
“Pemkab sudah membebaskan lahan dengan biaya ratusan miliar, tapi pembangunan fisik belum juga jalan. Kami mohon agar pembangunan underpass ini benar-benar dipercepat, karena macet di titik itu makin parah,” ujarnya. (alfian)
























