SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kasus kebakaran yang terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam periode Januari hingga September 2025 masih didominasi oleh dua penyebab utama yakni korsleting listrik dan kebocoran gas.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel, Ahmad Dohiri menyebutkan bahwa terdapat 44 kasus kebakaran dengan rincian 25 kasus disebabkan oleh korsleting listrik, sedangkan 9 kasus akibat kebocoran tabung gas.
“Yang pertama akibat arus pendek listrik atau korsleting, lalu yang kedua dari kebocoran gas,” ujar Dohiri saat dikonfirmasi, Minggu (28/9/2025).
Dohiri melanjutkan, tidak hanya itu, penyebab lainnya seperti pembuangan sampah sembarangan terdapat 2 kasus, puntung rokok 1 kasus, serta penyebab lain-lain sebanyak 7 kasus.
Secara wilayah, Pondok Aren menjadi kecamatan dengan laporan kebakaran terbanyak, yakni sebanyak 12 kasus, disusul oleh kecamatan Serpong 9 kasus, Pamulang 7 kasus, Serpong Utara 7 kasus, Ciputat 4 kasus, Ciputat Timur 3 kasus, dan
Setu 2 kasus.
Dohiri menegaskan pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif warga dalam mencegah kebakaran. Beberapa langkah sederhana namun krusial antara lain rutin mengecek instalasi listrik, terutama jika bangunan sudah berusia lebih dari lima tahun.
Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari
Mengganti kabel atau alat elektronik yang sudah rusak atau terkelupas. Tidak membiarkan regulator gas longgar atau bocor, serta memastikan kondisi selang gas masih layak pakai.
“Hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi itu dengan rutin melakukan pemeliharaan atau pengecekan secara berkala,” katanya. (eko)


















