SATELITNEWS.COM, LEBAK—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak merespons soal aksi ratusan karyawan Rumah Sakit atau RS Misi yang mendesak direksi agar membayarkan honorium jasa pelayan (jaspel) yang sudah dua bulan belum dibayarkan kepada pegawainya.
Plt Kepala Disnaker Lebak, Rully Chaeruliyanto, menegaskan, apapun yang menjadi alasan pihak rumah sakit hak pegawai wajib dipenuhi. “Mau untung atau rugi itu urusan perusahaan, yang jelas hak pegawai itu wajib diberikan. Apalagi ini sudah terlambat dua bulan,” tegas Rully, Minggu (28/9/2025).
Ia menegaskan, pihak RS Misi harus segera menyalurkan pembayaran tunggakan tersebut meski harus bertahap. Seharusnya, direksi bisa segera mencari solusi terkait permasalahan tersebut, sebab bagaimana pun itu sudah menjadi hak karyawan.
“Itu mah (jaspel) mau dicicil atau bagaimana tergantung kesepakatan pihak manajemen dan perawat. Yang jelas kami persilakan untuk dibahas internal dulu,” tutur Rully.
Ia menuturkan, Disnaker akan terus mengawal proses mediasi hingga ada solusi yang adil bagi kedua belah pihak. Bahkan, kata Rully dirinya sudah memanggil manajemen untuk segera mencari solusinya “Kami beri kesempatan untuk musyawarah. Tapi kalau jalan buntu, mekanismenya bisa naik ke tripartit, bahkan ke Pengadilan Hubungan Industrial jika tetap tidak ada hasil,” ujarnya.
Sementara, Direktur RS Misi Lebak, Totot Moerdiono, membenarkan bahwa pembayaran jaspel memang belum tersalurkan. Ia mengungkapkan, kondisi keuangan rumah sakit saat ini sedang mengalami kerugian cukup besar yang mencapai lebih dari Rp1,2 miliar.
Baca Juga: Pengangguran Meningkat, Disnaker Lebak Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Secara Gratis
Toto menambahkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Saat ini manajemen RS sedang mencari solusi keuangan agar tunggakan bisa segera dilunasi. Ia memastikan hak pegawai akan tetap diprioritaskan begitu dana tersedia.
“Ya, kami ungkapkan sampai dengan Agustus 2025 ini SHU kita masih minus 1,2 miliar. Ya, itu kan dinamika bisa tinggi bisa rendah. Manajemen sangat memahami keresahan pegawai. Kami berkomitmen mencari jalan keluar terbaik dan berharap adanya pengertian dari semua pihak. Begitu keuangan stabil, Jaspel akan segera dibayarkan,” pungkasnya. (mulyana)
























