SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sebuah video dengan narasi salah satu dari bayi kembar di Lebak tidak mendapatkan penanganan medis secara serius dari puskesmas. Akibatnya bayi tersebut tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Peristiwa itu beredar di media sosial. Video yang memperlihatkan petugas di Puskesmas Mekarsari yang disebut tak menangani pasien yang datang. Berdasarkan informasi, pasien itu merupakan warga Kampung Kadugampar, Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung. Sementara puskesmas yang dimaksud merupakan Puskesmas Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung.
Atip Sihabudin salah satu kerabat pasien menyayangkan respons dari Puskesmas Mekarsari ketika keluarganya meminta pertolongan darurat untuk menangani bayi kembar. “Dari pukul 16.00 WIB hingga petang 18.00 WIB (maghrib), bayi kembar yang ditangani petugas Puskesmas Mekarsari, tak kunjung dibawa (dirujuk) ke rumah sakit. Padahal, kondisi bayi ini tengah darurat,” kata Atip, Senin (29/9/2025).
Atip kemudian menjelaskan, karena pasien mengalami kritis dan puskesmas tak kunjung membawa pasien untuk dirujuk, bayi kembar itu kemudian dibawa menggunakan kendaraan pribadi ke rumah sakit. Nahas kata dia, salah satu bayi tersebut meninggal dunia. ”Salah satu bayi kembar seusai tiba di RSUD Adjidarmo kondisinya, sudah tidak bernyawa,” terangnya.
Sementara, salah satu bayi berhasil mendapat penanganan. Kini bayi tersebut telah dirawat di kediamannya, di Kampung Kadugampar. Dirinya berharap, kejadian ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah terhadap petugas atau puskesmas yang menjadi garda terdepan melayani kesehatan. “Saya harap khususnya Dinkes Lebak bisa segera turun tangan dan melakukan teguran agar hal serupa tidak terjadi kepada pasien-pasien lainnya,” tandasnya.
Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin menjelaskan petugas Puskesmas Mekarsari yang menangani pasien tersebut sudah sesuai standar operasional prosedur atau SOP.
Pihak puskesmas ujarnya juga sudah menyarankan agar keluarga langsung membawa dua bayi itu langsung ke fasilitas kesehatan rujukan. “Sudah disarankan oleh dokter untuk dibawa ke RS. Karena, jika menunggu prosedur rujukan online, tentu akan memakan waktu lama,” katanya. (mulyana)