SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Guna mengoptimalkan program Gerakan Membangun Terumbu Karang (Gerbang Terang), tim Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten secara rutin melakukan monitoring terumbu karang yang sudah ditransplantasi.
Monitoring itu, dilakukan di dua Pulau terluar di Kabupaten Pandeglang yaitu, Pulau Liwungan di Kecamatan Panimbang dan Pulau Badul di Kecamatan Sumur. Tim FPTK Banten bersama LAZ Harfa Banten.
Monitoring itu dilakukan, terhadap terumbu karang kegiatan transplantasi tahun 2024 (dukungan PT PLN Indonesia Power) di Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang.
Koordinator FPTK Banten Nurwarta Wiguna mengatakan, monitoring itu penting dilakukan yaitu untuk mengukur dan mengetahui pasti sejuah mana pertumbuhan Terumbu Karang yang sudah ditransplantasi beberapa bulan atau beberapa tahun lalu.
“Ya, harus ada monitoring. Supaya ketahuan pasti berapa persen keberhasilan tumbuh Terumbu Karang yang sudah kita transplantasi,” kata Nurwarta, Senin (6/10/2025).
Katanya, secara teknis proses monitoring dilakukan oleh tim profesional atau penyelam profesional yang sudah terbiasa. Karena, di dasar laut itu nanti tim akan mendokumentasikan terumbu karang, baik dengan memotret maupun video.
Baca Juga: Perluas Kampanye Terumbu Karang, Mahasiswa Polka Cilegon Diharapkan Jadi Duta Terang
Menurutnya, ketika ditemukan jaring laba-laba yang terguling atau miring atau bergeser dari lokasi awal menanam, harus dipastikan pula apakah bibit karangnya tetap kokoh, jadi atau tidak.
“Yang jelas, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Namun, kita harus memastikan bagaimana kondisinya di dasar laut itu,” tandasnya.
Ditambahkannya pula, sejauh ini FPTK Banten tetap komitmen menjalankan program Gerbang Terang, baik di Pulau Liwungan, Pulau Badul, Pulau Tunda dan Pulau Merak Besar. Dengan harapan, Terumbu Karang yang sudah ditransplantasi, semua tumbuh sesuai harapan.
Karena seperti diketahui bersama, terumbu karang adalah lokasi dan dapat disebut rumah ikan, atau biota laut lainnya yang tumbuh berkembang biak.
Walhasil, laut tetap lestari, bersih dan produktif sebagaimana fungsinya, yaitu salah satunya sebagai penghasil oksigen terbesar di muka bumi ini.
“Jika kami tidak mentransplantasi terumbu karang, kami secara maraton melakukan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah – sekolah. Sasaran utamanya adalah, masyarakat di wilayah pesisir pantai. Seperti di Pandeglang, dari Kecamatan Panimbang sampai Sumur,” pungkasnya.
Baca Juga: 43 Pelajar SMA 2 Presiden Tanjung Lesung Pandeglang Didorong jadi Peri Terang
Sementara, Wakil Ketua Bidang Sosial Perkumpulan Boedak Suang, Ade Mulyana menyatakan, selama bergabung dengan FPTK Banten, pihaknya mengakui konsistensi dan komitmen FPTK Banten.
“Kami sangat mendukung penuh, program dan gerakan FPTK Banten. Selalu konsisten menjalankan programnya,” ujar Ade.
Pembina Boedak Suang Rescue (BSR) ini juga menegaskan, beberapa kali berkolaborasi dengan FPTK Banten, melakukan sosialisasi mitigasi kebencanaan di wilayah pesisir. Sehingga, masyarakat dapat berdaya dan menambah wawasan terkait Terumbu Karang dan mitigasi kebencanaan.
Kegiatan tersebut ujarnya, harus terus-menerus dilakukan, ditengah kondisi masyarakat yang masih minim pengetahuan atau wawasan kebencanaan. Termasuk, untuk menguatkan masyarakat ketika terjadi bencana. (mardiana)
























