SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Letkol Indra Wijaya meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (19/10). Kunjungan yang berlangsung sore hari ini menjadi bagian dari evaluasi langsung terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Jadi hari ini saya memang mengundang Pak Teddy untuk melihat perkembangan operasional penyelenggaraan sekolah rakyat rintisan. Salah satunya di Tangerang Selatan ini,” ujar Saifullah di lokasi.
Dalam kunjungan tersebut, Mensos dan Seskab disambut hangat oleh para siswa dan tenaga pendidik. Meski hari itu seharusnya libur, para siswa menampilkan sejumlah pentas seni, mulai dari musik, bela diri silat, hingga lukisan hasil karya sendiri.
Saifullah menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan sosial. Mereka kini bisa kembali belajar secara gratis, tinggal di asrama yang nyaman, mendapatkan makanan bergizi tiga kali sehari, serta bimbingan dari wali kelas dan wali asrama.
“Tentu kita melihat setiap hari perkembangan-perkembangan pembelajaran di sekolah rakyat yang secara umum telah berjalan dengan baik. Tentu di dalam sekolah rakyat ini kita harapkan ya nanti kalau mereka lulus di tahun 2028, mereka sudah bisa memilih untuk bisa melanjutkan kuliah atau yang kedua mereka mau memilih untuk bekerja,” jelasnya.
Lebih jauh, Mensos menegaskan bahwa seluruh program sosial kini berbasis satu data nasional sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025. Dengan satu data yang terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan dampaknya terasa langsung oleh masyarakat bawah.
Baca Juga: Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat
“Sebab kalau datanya sama, intervensinya terintegrasi, pasti dampaknya akan efektif. Dulu karena datanya sendiri-sendiri maka terasa sekali ego sektoral. Hari-hari ini ego sektoral dikikis dengan langkah strategis Pak Presiden,” katanya.
Saifullah juga menyoroti peningkatan anggaran bantuan sosial di era pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran. Menurutnya, Presiden Prabowo tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk naik kelas melalui program pemberdayaan.
“Pagu anggaran tahun 2025 ini ada Rp71 triliun untuk Rp20 juta KPM. Tapi di era Bapak Presiden Prabowo itu dinaikkan menjadi Rp110 triliun lebih. Dan ini mungkin terbesar dalam sepanjang sejarah,” sebutnya.
“Karena Presiden ingin masuk betul-betul kepada mereka yang membutuhkan ini bisa dibantu dengan program perlindungan sosial. Lebih-lebih lagi, ini saya sampaikan ya karena ini ditanya capaian tadi satu tahun. Presiden tidak ingin berhenti hanya pada memberi Bansos,” sambungnya.
Mensos juga menanggapi kabar adanya sejumlah siswa yang kabur hingga mundur dari Sekolah Rakyat di Tangsel. Ia menegaskan, hal itu merupakan bagian dari proses adaptasi wajar karena sistem sekolah berasrama.
“Jadi tidak semuanya di sekolah ini juga bisa mengikuti pembelajaran dengan baik. Kalau ada yang mengundurkan diri, kita yakinkan lagi,” ucapnya.
Baca Juga: Wabup Lebak Gagas Bapak-Ibu Asuh di Sekolah Rakyat
Saifullah juga menegaskan, calon siswa Sekolah Rakyat tidak bisa mendaftar sendiri. Seleksi dilakukan berdasarkan data resmi penerima manfaat yang telah diverifikasi melalui pendamping PKH, Dinas Sosial dan pemerintah daerah.
“Jadi ini sudah melalui proses asessmen. Setelah dia masuk, memang ada sebagian yang kangen rumah. Atau tidak terbiasa dengan sekolah berasrama. Sebagian pulang, sebagian lagi kembali. Kalau 2 minggu mereka masih tidak bersedia, tentu kami tidak bisa memaksa. Dan akan diganti oleh siswa yang lain. Banyak sekali yang mengantre di belakangnya. Karena semua dijamin oleh negara,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Seskab Teddy Indra Wijaya mengaku terkesan dengan sambutan dan penampilan pentas seni dari para siswa, yang menampilkan berbagai bakat seperti seni tari, musik, silat, hingga melukis.
“Tadi ada 138 anak-anak di sini. Kalau teman-teman lihat sendiri, sangat luar biasa. Ada yang bisa bahasa Inggris, ada yang bisa silat, ada yang nyanyi, ada juga yang melukisnya bagus sekali. Itu semua bakat terpendam mereka yang kini bisa berkembang,” kata Teddy.
Ia menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memastikan semua anak Indonesia memperoleh hak pendidikan yang layak, termasuk bagi mereka yang sebelumnya putus sekolah atau tidak sempat mengenyam pendidikan karena kendala ekonomi dan sosial.
“Bapak Presiden Prabowo ingin semua anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah melalui sekolah yang disiapkan pemerintah. Sekolah Rakyat ini memberikan pendidikan, keterampilan, sekaligus asrama dan jaminan hidup yang layak,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan kunjungan ke Sekolah Rakyat 33 ini juga menjadi bagian dari refleksi satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dirinya mengklaim banyak capaian nyata yang telah dirasakan masyarakat.
“Yang sudah dicapai banyak sekali, banyak sekali masyarakat sudah merasakan apa yang pemerintah dalam 1 tahun ini laksanakan, tentunya ini harus mengarah jauh lebih baik lagi, dan ke depannya kita sama-sama semua mengharapkan tentunya sesuai dengan cita-cita Bapak Presiden, mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” pungkasnya. (eko)
























