SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA), sampai saat ini sudah mencapai Rp6,9 Triliun dengan total debitur mencapai 49.120 dengan sasaran UMKM.
Besaran penyaluran itu, kemudian berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah, dimana berdasarkan Data BPS Provinsi Banten menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan II tahun 2025 tumbuh sebesar 5,33 persen dan angka kemiskinan di Provinsi Banten pada bulan Maret 2025 turun mencapai 5,63 persen.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, penyaluran KUR itu menciptakan pemerataan pendapatan serta peningkatan daya saing UMKM, khususnya dalam mendapatkan akses permodalan, penciptaan lapangan kerja dan inklusi keuangan.
“Oleh karena itu, kami berharap program ini dapat terus ditingkatkan di Provinsi Banten,” kata Andra, saat acara akad masal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) secara virtual di Pendopo Gubernur Banten, KP3B-Curug, Kota Serang, Selasa (21/10/2025).
Andra menuturkan pertumbuhan ekonomi itu juga nampak dari bergeliatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Terlihat dari aktivitas para pedagang, baik yang di perkotaan hingga di pedesaan.
Bahkan di setiap sudut Provinsi Banten, bukan hanya di kota tapi juga di perdesaan sudah mulai menggeliat.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
“Kami berharap program KUR dapat disinergikan dengan program/ kegiatan perlindungan sosial pada perangkat daerah khususnya dalam pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi UMKM,” katanya.
Selain itu, Andra juga berharap kepada para pelaku UMKM khususnya pada usaha sayuran dan buah-buahan dapat berkolaborasi dengan pengelolaan dapur SPPG. Sehingga dapat bersama-sama berkembang.
“Tadi saya lihat juga ada yang usahanya di toko buah dan sayuran, mudah-mudahan nanti bisa berkontribusi terhadap program makan bergizi gratis agar usahanya bisa ikut serta dan berkembang,” harapnya.
Sementara, Deputi CEO Regional 4 Bank BJB Rahadian Agus Hamdani mengatakan, total penyaluran KUR di Provinsi Banten sebesar Rp6,9 triliun dari 49.120 ribu debitur yang didukung oleh beberapa lembaga penyalur KUR. Diantaranya Bank BJB, BJB Syariah, BRI, BSI, Mandiri, dan Pegadaian.
“Kami percaya bahwa ini bukan hanya sekadar angka, tapi simbol dari harapan dan peluang yang dibuka untuk jutaan pelaku usaha,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menuturkan kegiatan akad masal dan peluncuran KPP tersebut menjadi momen penting yang menandai transformasi kolaboratif antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
“Kita menyaksikan komitmen yang nyata untuk memperluas akses pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” tukasnya.
Selain itu, pihaknya bersama perbankan lainnya menyambut dengan semangat kebijakan Presiden yang menempatkan pemberdayaan ekonomi rakyat dan penciptaan lapangan kerja sebagai program prioritas nasionalnya.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan UMKM bukan sekadar tentang modal, tetapi tentang kepercayaan, pendampingan, dan kesinambungan. Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang erat antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, serta lembaga keuangan dan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (luthfi)
























