SATELITNEWS.COM, LEBAK – Tumpukan sampah dalam karung terlihat menumpuk di area Terminal Ciboleger, Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar. Sampah yang diduga berasal dari pengunjung maupun warga setempat itu menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan mengancam kesehatan masyarakat.
Terminal Ciboleger merupakan salah satu akses utama wisatawan menuju Kampung Adat Baduy di Desa Kanekes. Meskipun sebagian warga telah berinisiatif mengemas sampah ke dalam karung, namun hingga kini belum ada upaya pengangkutan, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kenyamanan dan menjadi sumber penyakit.
Seorang warga yang juga bertugas sebagai juru parkir, Herdi, mengatakan sebagian besar sampah berasal dari wisatawan yang transit sebelum memasuki kawasan Baduy. Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah plastik dan sisa makanan. “Sudah beberapa hari tidak diangkut, jadi warga berinisiatif memasukkannya ke dalam karung. Sekarang baunya makin menyengat, apalagi sudah mulai musim hujan,” kata Herdi, Selasa (21/10/2025).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Terminal Ciboleger menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa Bojongmenteng, sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah.
Menurutnya, pemerintah desa perlu berkoordinasi dengan pengelola terminal dalam menangani persoalan tersebut. Keterlibatan DLH, lanjut Nana, dapat dilakukan jika ada kerja sama resmi antara DLH, pemerintah desa, dan pihak pengelola terminal. “Jika ada kerja sama, maka retribusi pengelolaan sampah akan masuk ke kas daerah. Hitungannya, satu bak berkapasitas lima kubik dikenai biaya Rp220 ribu,” jelas Nana.
Namun hingga kini, kata Nana, belum ada kesepakatan kerja sama antara pihak desa dan pengelola terminal. Pihak desa beralasan terminal tidak memberikan retribusi sampah kepada desa, sedangkan pihak terminal menyebut tidak memungut retribusi dari pedagang maupun pengunjung. “Kalau tidak ada kerja sama, kami tidak bisa melakukan penanganan,” tegasnya. (mulyana)
Baca Juga: Jaro Kanekes Desak Perluasan Parkir Baduy

















