SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bergerak cepat mencegah potensi gagal panen akibat bencana alam. Sebanyak 274 desa dan kelurahan menjadi fokus mitigasi dengan menerjunkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memantau kondisi lahan.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Syaifullah, mengatakan bahwa langkah mitigasi dilakukan untuk menekan dampak buruk yang mungkin terjadi pada sektor pertanian, seperti banjir, angin puting beliung, dan hal tak terduga lainnya.
“Untuk mencegah hal buruk terjadi, seperti gagal panen. Kita telah melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh desa untuk memantau kondisi lahan petani, yang tersebar di 274 desa/kelurahan,” kata Syaifullah kepada Satelit News, Selasa (21/10).
Syaifullah menjelaskan, para petani diimbau segera melapor kepada PPL apabila terjadi gangguan atau gagal panen. Laporan tersebut kemudian akan diteruskan ke Dinas Pertanian untuk diintervensi oleh pemerintah daerah.
“Nantinya akan diberikan pupuk dan benih oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang,” janjinya.
Meskipun demikian, Syaifullah mengakui bahwa fenomena cuaca yang tidak menentu membuat pemerintah daerah sulit melakukan langkah antisipatif secara pasti. Oleh karena itu, ia juga mendorong kelompok tani dan gabungan kelompok tani untuk turut aktif memitigasi risiko perubahan cuaca.
“Terkait dengan hal-hal kegagalan panen adalah hukum alam ya yang sama-sama kita tidak bisa prediksi,” ujarnya.
Saat ini, DPKP belum melakukan proses identifikasi, analisis, dan pemetaan wilayah pertanian yang rawan mengalami gagal panen akibat perubahan iklim. Namun, Syaifullah berharap semua lahan pertanian di Kabupaten Tangerang akan aman dari gangguan gagal panen.
“Kalau gagal panen ini kan tergantung dengan cuaca. Kami belum berkoordinasi terkait dengan hal itu,” kata dia.
Secara terpisah, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menambahkan bahwa upaya mitigasi tak hanya difokuskan pada lahan pertanian, tetapi juga pada wilayah-wilayah dengan risiko tinggi bencana alam akibat musim penghujan.
“Kita juga perlu segera memitigasi di musim hujan sekarang. Saya minta kepada seluruh perangkat daerah terkait seperti BPBD, DBMSDA, DLHK, dan semua OPD termasuk para camat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi kebencanaan,” kata Maesyal Rasyid.
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini secara khusus menegaskan kepada BPBD, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), dan DLHK agar segera mempercepat antisipasi dan mitigasi di daerah rawan banjir.
“Khususnya, BPBD, Dinkes, DBMSDA, dan DLHK. Mereka harus segera melakukan mitigasi daerah-daerah yang rawan terjadi banjir ketika musim penghujan tiba,” tandasnya.
Bupati juga meminta instansi terkait berkoordinasi dengan lembaga pemerintah seperti Kementerian PUPR untuk menangani potensi kebencanaan yang disebabkan luapan aliran sungai dan danau.
“Pastikan seluruh aliran air berfungsi dengan baik dan lakukan patroli di wilayah rawan kebencanaan agar bisa menanggapi laporan masyarakat dengan cepat,” ungkapnya.
Terakhir, ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air, karena dapat mengganggu aliran dan menyebabkan banjir.
“Mari kita bersama-sama menjaga Kabupaten Tangerang, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ajak Rudi Maesyal kepada masyarakat. (alfian/aditya)