SATELITNEWS, TANGERANG – Kemudahan hidup di era modern, dari pesan makanan cepat saji via aplikasi hingga bekerja dan mencari hiburan hanya dengan sentuhan layar gadget, ternyata membawa risiko kesehatan yang masif. Gaya hidup serba praktis ini disebut-sebut menjadi pemicu utama melonjaknya angka penderita diabetes.
“Banyak pasien yang tidak sadar bahwa kebiasaan sederhana seperti sering makan fast food, kurang gerak, hingga tidur larut malam karena gadget bisa memicu terjadinya diabetes,” tegas dr. Timoteus Richard, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan tertulis kepada satelitnews.com, Senin (27/10/2025).
Makanan cepat saji (fast food) menjadi salah satu biang keladi utama. Umumnya, jenis makanan ini kaya akan kalori, gula, garam, dan lemak jenuh, namun miskin serat serta nutrisi esensial.
Konsumsi berlebihan membuat tubuh menyimpan energi ekstra sebagai lemak, terutama lemak perut yang berbahaya. Lemak ini memicu resistensi insulin—tahap awal dari diabetes tipe 2.
“Lonjakan gula darah setelah makan memaksa pankreas bekerja ekstra keras hingga lama-kelamaan kewalahan. Ini meningkatkan risiko diabetes,” jelas dr. Timoteus.
Selain pola makan, penggunaan gadget yang berlebihan juga memicu gaya hidup pasif. Kebiasaan duduk terlalu lama mengurangi gerakan tubuh dan memperlambat metabolisme. Kurangnya aktivitas fisik ini memperparah penumpukan lemak, yang pada akhirnya meningkatkan risiko resistensi insulin.
Baca Juga: Ledakan Kasus Obesitas Jadi Sorotan, Indonesia Darurat Pola Hidup Tidak Sehat
Tak hanya itu, paparan layar gadget sebelum tidur mengganggu kualitas istirahat. Kurang tidur memicu peningkatan hormon stres, yang secara langsung berdampak buruk pada kestabilan kadar gula darah, memperburuk risiko diabetes.
Gejala diabetes sering muncul perlahan dan mudah diabaikan. Waspadai tanda-tanda seperti:
* Rasa haus berlebihan.
* Sering buang air kecil di malam hari.
* Rasa lelah berkepanjangan.
* Penurunan atau peningkatan berat badan drastis.
* Penglihatan kabur, dan luka yang sulit sembuh.
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, masalah jantung, hingga gangguan saraf. Segera periksa kadar gula darah jika mengalami gejala-gejala ini.
Mengelola gaya hidup adalah benteng pertahanan utama. Langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan, antara lain:
* Batasi konsumsi makanan cepat saji secara ketat.
* Atur screen time dan beri jeda untuk bergerak.
* Rutin berolahraga ringan (minimal jalan kaki 30 menit sehari).
* Tidur cukup 7–8 jam setiap malam.
* Rutin memeriksakan kadar gula darah.
“Diabetes sering kali berkembang tanpa gejala jelas. Karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting agar kadar gula darah bisa dipantau sejak dini. Dengan pola hidup sehat dan deteksi dini, risiko komplikasi serius seperti gangguan jantung, ginjal, atau saraf dapat ditekan secara signifikan,” tegas dr. Timoteus lagi.
Untuk mendukung upaya ini, Klinik Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan lengkap untuk diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit, termasuk diabetes.
Baca Juga: Cegah Kanker Payudara Sebelum Parah, Pentingnya SADARI dan SADANIS bagi Wanita
“Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, kami berkomitmen untuk memberikan perawatan kesehatan yang optimal. Karena bagi kami, setiap pasien adalah bagian dari keluarga yang harus dijaga dan didukung dengan penuh dedikasi,” tutup dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong. (aditya)
























