SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kepala SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Frida Tesalonik akhirnya angkat bicara soal kondisi MH (13), salah satu siswanya yang diduga mengalami perundungan oleh teman kelasnya hingga berujung meninggal dunia.
Ia mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa tersebut, almarhum sempat mengikuti poling atau survei internal terkait kondisi pergaulan di kelas, dan menuliskan bahwa seluruh teman-temannya bersikap baik.
“Jadi wali kelasnya bagus. Saya katakan bagus jadi selalu komunikasi dengan anaknya di kelas. Selain dengan poling juga secara manual tulis di kertas dan jawabannya tidak ada, semua temannya baik,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Selasa (18/11).
Frida melanjutkan, informasi dari wali kelas menyebutkan bahwa almarhum kerap izin sakit sejak Juli sebelum adanya peristiwa itu. Berdasarkan catatan sekolah, siswa tersebut tercatat tujuh kali izin sakit dari Juli hingga Oktober.
“Memang informasi dari walasnya anak ini sering tidak masuk, ijin sakit semenjak bulan juli kurang lebih ada 7 kali. Kesehariannya informasinya emang lemas, diam,” ucapnya.
Menanggapi dugaan bahwa perundungan terjadi sejak masa MPLS, Frida menyebut pihak sekolah belum menemukan tanda-tanda itu. Ia mengaku wali kelas selalu melakukan pemantauan, termasuk menanyakan secara langsung ke siswa mengenai hubungan sosial di kelas.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Frida mengatakan dirinya pernah masuk ke kelas almarhum untuk supervisi pembelajaran. Menurutnya, situasi kelas pada saat itu berjalan normal. Lebih lanjut, Frida menyampaikan bahwa selama ini almarhum tidak pernah mengeluhkan masalah apa pun kepada wali kelas.
Sebagai informasi, seorang siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH (13) diduga menjadi korban tindakan bullying oleh teman sekelasnya. Akibat kekerasan fisik yang dialaminya, MH sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena mengalami gangguan saraf dan kelumpuhan sebagian tubuh.
MH pun dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan rumah sakit, pada Minggu (16/11/2025) sekira pukul 07.00 WIB.
Peristiwa dugaan penganiayaan tragis ini terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025, di ruang kelas saat jam istirahat. Menurut keterangan keluarga, MH dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala oleh teman sekelasnya. Akibat pukulan keras tersebut, kondisi korban langsung menurun drastis. Siswa Alami Perundungan, Kepsek SMPN 19 Tangsel: Almarhum Menulis Semua Temannya Baik



















