SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Darurat kebencanaan masih menghantui masyarakat, khususnya yang tinggal dh kawasan perbukitan atau pegunungan, pesisir pantai dan kawasan rawan banjir.
Informasi yang didapat, diduga akibat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang mengakibatkan tebing sekitar 5 meter longsor dan menimbulkan pohon tinggi dibawahnya tumbang, menimpa rumah warga.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kadu Tomo, RT/RW: 001/003, Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Pembina Boedak Suang Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, pihaknya mendapat laporan dari aparatur Desa Sindangkarya yang kemudian mengkoordinasikannya dengan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang.
“Dengan adanya laporan itu, kami teruskan ke Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Kalak BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Camat Menes, Kapolsek Menes, Danramil Menes, serta para pihak terkait lainnya,” kata Ade, Minggu (23/11/2025).
Katanya, rumah yang tertimpa pohon tumbang diketahui milik Ebah (75), warga Kampung Kadu Tomo, RT/RW: 001/003, Desa Sindangkarya, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.
Baca Juga: Korsleting Listrik, 1 Rumah di Cimanuk Pandeglang Ludes Terbakar
Dipastikan, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik rumah diungsikan sementara ke lokasi yang lebih aman, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“Pemilik rumah diungsikan sementara. Warga setempat bersama relawan kemanusiaan, membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan atap rumah,” tambahnya.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBDPK Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan tersebut.
“Kami terjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan asesmen dan memastikan kerusakan yang dialami,” ungkap Riza.
Ditambahkannya, dengan adanya peristiwa itu menjadi perhatian semua pihak. Karena, sebagaimana prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG), Intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan Desember 2025.
Masyarakat ujarnya, tentu diimbau untuk tetap waspada dan lebih berhati-hati, terlebih saat beraktivitas di luar rumah. Karena, ada beberapa hal yang harus dijauhi atau dihindari.
Baca Juga: Andra Soni: Irigasi Cisata Pandeglang Tingkatkan Produktivitas Petani
“Waspadai pohon tinggi dan rimbun, jangan berteduh di saung atau gubuk di persawahan, jangan berada di tanah lapang saat hujan deras, matikan gadget atau HP, serta berteduh sementara di lokasi yang dianggap aman saat berkendara,” paparnya.
Ditambahkannya, pihaknya hingga kini masih tetap siaga bencana. Baik secara personel, maupun sarana prasarana (Sarpras), termasuk melakukan pemantauan rutin di Posko Pusdalops BPBDPK Kabupaten Pandeglang.
“Memantau perkembangan cuaca, serta memonitor titik-titik rawan bencana,” pungkasnya. (mardiana)
























