SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Buddhi Dharma (Himakom UBD) melanjutkan kampanye Green Generation mereka dengan menggelar Workshop Ecoenzyme di Balai RW 05, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu, (29/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk gerakan akar rumput untuk memperkuat kesadaran lingkungan di tengah masyarakat dari ibu rumah tangga, relawan, hingga mahasiswa.
Acara yang merupakan bagian kedua dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Himakom UBD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pimpinan kampus, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Relawan Enzyme Bakti Indonesia, hingga anggota DPRD Kota Tangerang Komisi I Fraksi PSI, Christian Lois. Puluhan warga Cipondoh turut hadir, menambah semarak dan antusiasme kegiatan.
Ketua pelaksana kegiatan, Jonathan Johan, menegaskan bahwa Green Generation bukan sekadar tema, melainkan ajakan untuk mencintai alam secara nyata. “Temanya ialah green generation, bergerak dengan cinta alam dan cinta kehidupan. Yang membuat unik adalah kami mengajak setiap generasi untuk mencintai alam,” ujar Johan.
Anggota DPRD Kota Tangerang Komisi I Fraksi PSI, Christian Lois, yang turut hadir menekankan pentingnya literasi lingkungan di tingkat komunitas, terutama melalui kelompok ibu-ibu PKK, posyandu, dan warga lintas RW. “Kita mengedukasikan agar mereka mengerti, memahami, dan mencintai lingkungan. Salah satunya melalui workshop ecoenzyme ini. Tiga bulan kemudian mereka akan panen, dan hasilnya bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan,” kata Lois.
Ia juga menyoroti bahwa ecoenzyme merupakan produk ramah lingkungan yang perlu diperkenalkan lebih luas, terutama untuk menjaga kualitas air dan mengurangi dampak sampah organik. “Lingkungan kita adalah lingkungan bersama. Karena itu mereka harus memahami manfaat ecoenzyme,” ujarnya.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UBD, Tia Nurapriyanti, memberikan penekanan pada urgensi pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, persoalan sampah kini semakin mendesak dan menjadi salah satu penyebab bencana lingkungan. “Sampah ada di mana-mana bahkan bencana itu dari ulah manusia membuang sampah sembarangan,” jelasnya. (mg01)