SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, menaruh perhatian lebih terhadap Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Bahkan, ditahun anggaran 2026, dua kabupaten itu menjadi prioritas pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur.
Adanya perhatian khusus itu, bukan tanpa alasan. Oleh karena, keduanya merupakan daerah tertinggal di Provinsi Banten, dibandingkan kabupaten/kota lain. Disparitas dan kesenjangan antara Banten Utara dan Banten Selatan itu, sudah terjadi sejak Provinsi Banten belum berdiri.
Perlahan tetapi pasti, arah kebijakan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, mulai mengarah kepada pemerataan pembangunan dan mengatasi persoalan disparitas yang selama ini belum bisa diselesaikan. Kebijakan pertama yang diprioritaskan yaitu, dengan melaksanakan pembangunan sarana dan prasaran infrastruktur.
Alasannya, infrastruktur seperti jalan menjadi modal utama dan salah satu akses penting bagi pertumbuhan perekonomian masyarakat. Persoalan itu mulai ditanggapi serius Pemprov Banten, dan menggulirkan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Ditahun 2025 ini, ada beberapa jalan desa di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, yang dibangun melalui program tersebut dan sudah rampung.
Masyarakat, bahkan mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kebijakan Gubernur Banten Andra Soni yang dinilai berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Ditahun 2026 nanti, program serupa kembali digulirkan dan porsi pembangunan untuk dua kabupaten tersebut lebih besar dibandingkan daerah lain. Kenapa? Sudah jelas, tujuannya untuk menyelesaikan persoalan disparitas sekaligus untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Dengan begitu, cita-cita Presiden Prabowo Subianto melalui Astacitanya, yakni membangun melalui wilayah perdesaan dan menghidupkan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, sasaran utama pembangunan dengan memperbaiki dan membangun akses jalan agar masyarakat bisa lebih mudah beraktivitas.
Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Banten tahun 2024-2029, Gubernur Andra Soni optimistis bisa sedikit mengatasi persoalan disparitas. Berbekal keyakinan itu, roda pemerintahan di Pemprov Banten dikayuh cepat agar semuanya terlaksana.
Sejak digulirkannya program itu, banyak masyarakat melalui instansi pemerintahan terkait menyampaikan permohonan perbaikan jalan. Setiap usulan yang masuk, ditampung dan dipilih melalui skala prioritas dengan pertimbangan yang ketat.
Tindakan itu dilakukan, agar arah pembangunan jelas dan tidak menghamburkan anggaran. Paling tidak, ada beberapa kriteria dalam pembangunan Bang Andra, seperti meningkatkan akses untuk pelayanan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.
Apabila usulan pembangunan jalan tersebut untuk menjangkau aspek tadi, pelaksanaan pembangunan akan dilakukan dengan segera dan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran. Apabila ada kekurangan, pembangunan akan tetap dilakukan, meskipun hatus masuk dalam daftar tunggu.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
Kebijakan itu bukan hanya sekedar program kerja, yang dituangkan dalam kertas kerja, melainkan sudah dilaksanakan dan beberapa diantaranya sudah terselesaikan. Bahkan, masyarakat sudah menikmati hasil pembangunan ruas jalan tersebut.
“Kita ingin agar ketimpangan antara Banten Utara dan Banten Selatan ini teratasi, makanya tahun depan pun kedua wilayah ini mendapatkan porsi anggaran pembangunan jalan yang beda,” kata Gubernur Banten Andra Soni.
Sejak dirinya dilantik menjadi Gubernur Banten, Andra Soni langsung tancap gas dan menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terkait agar segera bergerak dan menjalankan program kerja yang sudah tersusun tanpa terkecuali.
“Kita segera tindaklanjuti. Ini juga banyak sekali usulan yang masuk, untuk pembangunan jalan, kita lakukan inventarisasi dahulu, mana saja yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan mengatakan, ditahun 2026 Pemprov Banten mengalokasikan anggaran ratusan miliar, untuk membiayai program Bang Andra. Mayoritas dari anggaran itu, dipergunakan untuk membangun jalan di Pandeglang dan Lebak.
“Tahun depan, dialokasikan Rp150 Miliar untuk 20 titik jalan, dengan total panjang jalan antara 30 sampai 40 kilometer. Sekarang masih evaluasi Kemendagri, mudah-mudahan bertambah juga, karena Pak Gubernur juga memprioritaskan,” tuturnya.
Arlan mengakui, panjang jalan yang dibangun tahun 2026 lebih sedikit dibandingkan tahun 2025 ini. Namun, dia menjelaskan hal itu karena pembangunan jalan ditahun 2026 menggunakan beton, bukan hotmix seperti yang dilakukan ditahun 2025 ini.
“Memang panjangnya lebih pendek karena ada hotmix nya, kalau tahun depan lebih banyak yang beton. Ini sifatnya stimulus untuk kabupaten/kota agar mereka bisa terstimulasi,” pungkasnya.
“Tahun ini aja Pandeglang dapat Rp61 miliar khusus program Bang Andra di Lebak juga hampir sama, jadi 70 persen anggaran untuk dua kabupaten dari 180 miliar. Pak gubernur mempeioritaskan agar ketimpangan pembangunan selesai dan tidak ada lagi disparitas,” tutupnya. (adib)
























