SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten mencatat, realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai Rp91,5 triliun atau diatas 75 persen dari target yang ditentukan, yakni sebesar Rp119 Triliun. Catatan itu, menunjukkan, Banten menjadi salah satu daerah yang aman bagi para investor untuk membuka usaha atau menanamkan modal.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, investasi menjadi salah satu faktor penggerak perekonomian di Provinsi Banten. Oleh karena itu, pihaknya menaruh rasa optimisme tinggi bahwa arus investasi yang masuk ke Provinsi Banten akan menjadi katalisator utama dalam mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hingga triwulan III 2025, lanjutnya, realisasi investasi di Provinsi Banten tercatat mencapai Rp91,5 triliun, menempatkan Banten di peringkat keempat nasional dan menjadikan Provinsi Banten sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk membuka lapangan usaha.
”Kita terus berupaya agar bisa melakukan percepatan realisasi investasi di Provinsi Banten. Mudah-mudahan pertumbuhan investasi ini mampu menyejahterakan masyarakat Banten,” katanya, Kamis (18/12/2025).
Tren positif investasi itu berdampak atau sejalan dengan laju pertumbuhan perekonomian di Banten yang mencatatkan nilai positif.
Secara nasional, laju pertumbuhan perekonomian tercatat sebesar 5,29 persen yang ditopang oleh perluasan kesempatan kerja, yang merupakan indikator vital pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
“Pertumbuhan perekonomian kita secara nasional sangat positif. Tren ini akan terus kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi, salah satunya melalui investasi, disamping sektor lainnya,” ujarnya.
Prestasi itu bisa dipertahankan melalui kolaborasi dengan berbagai sektor terkait, salah satunya Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten yang terus konsisten mendukung pengembangan pendidikan vokasi.
Dukungan ini, khususnya dalam penyelarasan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri, dinilai krusial untuk menekan angka pengangguran.
”Daya saing dalam kemampuan dan domisili menjadi kunci, sehingga tenaga kerja tidak perlu indekos lagi karena bekerja di daerah sendiri dan tidak menjadi penonton dirumah sendiri,” ujarnya.
Catatan bagus bukan berarti tanpa celah, Disparitas masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan oleh Pemprov Banten. Secara kasat mata, hal itu bisa terlihat dari sektor pembangunan wilayah dan kualitas infrastruktur.
Sedangkan dari sisi pendapatan, sekira 58 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten masih terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya, disusul Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Kemudian disusul PDRB dari Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Serang yang belum mencapai dua digit.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Ada beberapa program yang dikeluarkan Pemprov Banten untuk mengatasi kesenjangan tersebut, ditambah dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, sekolah gratis untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat serta program pembangunan infrastruktur jalan desa atau Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
”Penerima manfaat program MBG di Provinsi Banten sudah mencapai 1,8 juta orang dengan perputaran uang mencapai Rp15 triliun. Namun, kita harus akui Banten masih harus memaksimalkan ini karena pasokan bahan baku seperti telur dan sayuran masih dari luar daerah,” paparnya.
”Program Bang Andra telah membangun jalan sepanjang 78 kilometer di 64 desa. Program ini diharapkan dapat memperlancar distribusi produk pertanian dan peternakan lokal, sehingga rantai pasok ekonomi desa dapat terintegrasi dengan kebutuhan industri dan program pemerintah,” tuturnya.
Ketua APINDO Banten Tomy Rachmatullah mengatakan, pihaknya akan terus memegang komitmen dalam menjalankan kerja sama dengan Pemprov Banten, khususnya dalam hal investasi. Dia menilai, investasi menjadi salah satu kunci atau pintu kemajuan dan kemandirian daerah.
“Banyak investasi yang bisa dilakukan di Banten dan dibeberapa daerah didalamnya. Potensi ini bisa menjadi pintu kemajuan daerah dan mengatasi persoalan disparitas yang selama ini terjadi,” tukasnya.
Founder Propan Raya ICC, Hendra Adidarma mengatakan, pihak swasta akan terus memegang komitmen dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan daerah, khususnya Provinsi Banten. Dengan begitu, diharapkan bisa menjadi salah satu program pengentasan kesenjangan.
“Propan Raya sudah 47 tahun di Banten. Sebagai perusahaan yang tumbuh atas kemampuan sendiri, kami bangga bisa berkontribusi bagi Indonesia,” imbuhnya. (adib)
























