SATELITNEWS.COM, SERANG – Kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, di lingkungan Pemprov Banten, masih terjadi. Saat ini, ada tiga jabatan setingkat eselon dua yang dibiarkan kosong, karena masih dalam tahap seleksi terhadap pejabat yang ada.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Ai Dewi Suzana mengakui, masih ada tiga jabatan eselon dua di lingkungan Pemprov Banten, yang masih mengalami kekosongan. Kondisi itu terjadi, karena pihaknya masih melakukan penilaian terhadap beberapa pejabat yang memiliki kompetensi.
“Masih ada tiga jabatan yang kosong, pertama BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia), kemudian Kepala Biro Organisasi, dan DP3A2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana,” katanya, Senin (22/12/2025).
Ditanya terkait kepastian pengisian kekosongan jabatan itu, Ai mengaku, pihaknya telah mempersiapkan agar jabatan yang kosong bisa segera terisi. Untuk saat ini, pihaknya masih melakukan penilaian dan dalam waktu dekat akan segera dilakukan pengisian.
“InsyaAllah dalam waktu dekat, akan dilakukan pengisian kekosongan jabatan. Sementara untuk saat ini, masih berproses, ya secepatnya akan segera dilakukan pengisian,” tambahnya.
Menurut Ai, ada beberapa kriteria penilaian yang harus dipenuhi oleh pejabat yang akan menempati jabatan yang kosong itu, mulai dari memiliki kredibilitas, kompetensi, pengetahuan dan lainnya. Semua kompetensi itu akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengisi kekosongan jabatan.
Baca Juga: Gubernur Banten Ikut Langsung Dalam Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK
Oleh karena, kemampuan yang dimiliki para pejabat itu penting untuk menggerakkan roda pemerintahan dan menjalankan program kerja pembangunan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Banten tahun 2025-2029.
“Bagi yang nantinya menempati jabatan yang kosong itu telah memenuhi kriteria yang ada. Karena penilaian dilakukan secara profesional dan akuntabel,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Banten melantik sebanyak 23 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama pada Senin 3 November 2025 lalu. Daftar Pejabat dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 580 Tahun 2025 yakni, Budi Santoso sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang).
Kemudian, Kurnia Satriawan sebagai Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Jamaludin.sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nasir sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Beni Ismail sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Arief Agus Rahmat sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Gunawan Rusminto sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Selanjutnya, Furqon sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ismail sebagai Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Muhammad Ali Hanafiah sebagai Kepala Biro Umum, Tubagus Rubal Faisal sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Eli Susianti sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Agus Supriyadi sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
Kemudian Nana Suryana, sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Lutfi Mujahidin sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Lukman sebagai Kepala Dinas Sosial, Ari James Faraddi sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Berly Rizki Natakusumah sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Novriadi Purwansa sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
Kemudian, Subhan Setia Budi Ganda sebagai Sekretaris DPRD Banten, Mutaqin sebagai Staf Ahli Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Nana Supriyana sebagai Staf Ahli Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta AI Dewi Susana sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemrpov Banten Deden Apriandhi Hartawan menambahkan, proses seleksi untuk JPT Pratama dilakukan secara profesional karena menggunakan manajemen Talenta. Dengan begitu, pejabat yang nantinya terpilih memiliki kemampuan dan kredibilitas.
“Kita lihat rekam jejaknya, penilaian pasti dilakukan secara profesional. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa segera dilakukan pelantikan dan pengisian kekosongan jabatan,” katanya. (adib)
























