SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Meski libur panjang sekolah telah dimulai dan hitungan hari menuju Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin dekat, arus lalu lintas di Jalan Tol Tangerang–Merak terpantau masih relatif landai. Bahkan, volumenya tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Astra Tol Tangerang–Merak menilai kondisi lalu lintas hingga Selasa (23/12) masih normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Tren kendaraan yang melintas justru mengalami penurunan dibandingkan Nataru 2024.
“Sejak H-4 Nataru hingga Senin, 22 Desember 2025, kami melihat belum terjadi peningkatan arus lalu lintas. Bahkan, trennya menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Meski demikian, pengemudi tetap kami imbau untuk berhati-hati,” ujar Direktur Astra Tol Tangerang–Merak, Rinaldi, kepada Satelit News, Selasa (23/12/2025).
Rinaldi menjelaskan, berdasarkan data Astra Tol Tamer, jumlah kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol Cikupa sejak H-4 Nataru mencapai 211.133 unit, dengan rata-rata harian 45.643 kendaraan. Angka tersebut turun 19,83 persen dibandingkan tahun 2024 dan 15,53 persen lebih rendah dari Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) normal.
Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Merak menuju pelabuhan dan sekitarnya tercatat sebanyak 32.841 unit, dengan rata-rata harian 7.627 kendaraan.
“Penurunannya bahkan lebih tajam, yakni 83,91 persen dibandingkan tahun lalu dan 11,34 persen dibandingkan LHR normal,” ucapnya.
Baca Juga: Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta
Secara keseluruhan, total kendaraan yang melintas di ruas Tol Tangerang–Merak mencapai 668.416 unit, dengan rata-rata harian 150.973 kendaraan. Meski turun 7,7 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu, angka tersebut masih naik 5,6 persen dibandingkan LHR normal.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan libur akhir tahun, pemerintah telah memberlakukan pembatasan operasional kendaraan barang sejak Minggu (21/12) pukul 00.00 WIB hingga Minggu (4/1/2026) pukul 24.00 WIB. Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.
“Termasuk kendaraan pengangkut tanah, pasir, batu, hasil tambang, dan bahan bangunan,” tuturnya.
Astra Tol Tamer juga mengimbau pengguna jalan tol agar merencanakan perjalanan dengan matang. Informasi kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time melalui akun Instagram @astratoltamer. Bagi pengguna yang hendak menyeberang ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, disarankan membeli tiket ferry paling lambat satu hari sebelum keberangkatan.
“Pastikan kondisi kendaraan prima, BBM cukup, saldo e-toll mencukupi, serta pengemudi dalam kondisi fit. Jika lelah, manfaatkan rest area di KM 43 dan 68 arah Merak, atau KM 45 dan 68 arah Jakarta,” tambah Rinaldi.
Sementara itu, salah satu pengguna Tol Tangerang–Merak, Muhammad Sanusi, mengakui arus lalu lintas memang belum terlalu padat. Namun, kemacetan masih kerap terjadi di sejumlah titik, khususnya di ruas Tol Cikupa hingga Bitung.
Menurutnya, kemacetan tersebut dipicu oleh perbaikan jalan yang belum kunjung rampung sejak 2024 hingga 2025.
“Kalau kepadatan belum terlalu terlihat. Yang ada itu macet harian akibat perbaikan jalan. Padahal sudah lama sekali, tapi belum selesai juga,” katanya.
Sanusi mengaku kecewa karena meskipun jalan tol berbayar, kondisi lalu lintas di sejumlah titik justru menyerupai jalan arteri. Ia berharap ada kompensasi bagi pengguna tol selama perbaikan jalan masih berlangsung dan menimbulkan kemacetan.
“Padahal bayar penuh, tapi kalau sore lewat situ rasanya seperti lewat jalan gratisan, macet sekali. Seharusnya ada kompensasi atau diskon karena sudah bayar penuh tapi masih macet,” harapnya. (alfian/aditya)
























