SATELITNEWS.COM, SERANG – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Provinsi Banten selama sepekan terakhir, menyebabkan enam daerah dikepung banjir. Terkait hal itu, Pemprov Banten telah menetapkan Siaga Darurat Bencana agar penanganan bencana alam lebih optimal.
Diketahui, keenam daerah yang terkena banjir itu yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Kabupaten Tangerang. Banjir juga merendam sebanyak 1.512 rumah, dan ada sebanyak 1.853 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 3.509 jiwa, terkena dampak.
Di Kota Serang, banjir melanda Kelurahan Banten, Margaluyu, Sawah luhur, Kasemen, dan Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Kemudian Kelurahan Cimuncang dan Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.
Dilokasi ini, ada sebanyak 1.087 KK atau sekira 3.033 jiwa terkena dampak yang tinggal di 1.023 rumah. Selain itu, satu bangunan SDN Ambon juga terkena dampak bencana banjir, sedang masyarakat yang mengungsi sekira 66 KK.
Di Kota Cilegon, banjir melanda Kelurahan Kepuh, Kubangsari, Gunungsugih, dan Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan. Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Dilokasi ini, ada sebanyak 235 KK atau sekira 475 orang terkena dampak.
Di Kabupaten Serang, banjir terjadi di Desa Sindangmandi dan Desa Curugagung, Kecamatan Baros, Desa Labuan, Desa Mancak dan Desa Winong, Kecamatan Mancak, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Desa Tonjong dan Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi.
Baca Juga: Tangani Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih
Kemudian Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Desa Ranjeng dan Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Desa Ketos dan Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Dilokasi ini, ada sebanyak 1.698 rumah terendam banjir.
Di Kabupaten Pandeglang, banjir terjadi di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Desa Pasridurung, Kecamatan Sindangresmi, Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Desa Sukasaba dan Desa Kotadukuh, Kecamatan Munjul, Serta Desa Sobang dan Desa Pangkalam, Kecamatan Sobang. Dilokasi ini, lebih dari 250 KK terkena dampak banjir.
Di Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di Desa Mekarsari dan Desa Sukasaei, Kecamatan Rajeg, Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Desa Pisanganjaya, Kecamatan Sepatan, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa. Dilokasi ini, lebih dari 1.500 KK terkena dampak dan 440 lebih rumah ternedam air.
Di Kabupaten Lebak, banjir terjadi di Desa Wanasalam, Katapangan, dan Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam. Kelurahan Cijoropasir dan Kelurahan Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, dan Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten sejak pertengahan Desember 2025 menyebabkan banyak daerah terkena banjir.
Agar penanganan kebencanaan berjalan optimal, pihaknya telah menerbitkan status Siaga Darurat Bencana.
Baca Juga: 415 Titik Di Banten Rawan Kekeringan, Kabupaten Pandeglang Terbanyak
“Sejak tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan 19 Maret kita sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana di Provinsi Banten,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Terkait bencana banjir yang melanda beberapa kabupaten/kota di Banten, pihaknya telah menerjunkan puluhan personel dan berkoordinasi dengan daerah terkait untuk melakukan penanganan dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam tersebut.
“Kita support atau kirimkan bantuan berupa mendirikan dapur umum, paket sembako itu oleh Dinsos Banten. Kalau dari kita, perlengkapan , peralatan dan personil dari BPBD. Sedang dari PUPR Banten melakukan normalisasi wilayah,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga langsung kelokasi bencana banjir untuk membantu masyarakat dan menerjunkan beberapa peralatan keselamatan. Hingga saat ini, personelnya masih dilokasi bencana untuk membantu masyarakat.
“Kita terjunkan puluhan personel dan dilengkapi dengan Perahu karet, alat kebersihan, pelampung, dan lainnya. Sebisa mungkin kita bantu masyarakat yang terkena dampak banjir,” tuturnya.
Sementara, Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Beni Madsira mengatakan, hampir semua wilayah di Banten terkena bencana banjir, khususnya di Kabupaten Pandeglang. Terkait hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk melakukan penanganan cepat dilokasi kejadian.
“Semua personel relawan KSB sudah dilokasi untuk membantu penanganan banjir bersama dengan instansi lainnya. Kita terus sampaikan informasi terbaru mengenai bencana banjir di Banten, terutama di Kabupaten Pandeglang,” pungkadnya.
Madsira mengatakan, bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Banten bukan hanya disebabkan oleh adanya curah hujan tinggi. Melainkan karena sebab lain yang dilakukan oleh pihak tertentu.
“Bukan hanya karena hujan lebat, tetapi adanya pendangkalan sungai, penyempitan aliran air, penggundulan hutan, dan lainnya. Jadi kalau persoalan-persoalan itu tidak dibenerin, ya banjir pasti akan terus terjadi,” imbuhnya. (adib)
























